Citizen Reporter

Benua Melayu Laut Raih Juara Pertama Festival Saprahan

Dari 30 kelompok peserta yang berasal dari 29 kelurahan, Kelurahan Benua Melayu Laut berhasil merebut juara pertama.

Benua Melayu Laut Raih Juara Pertama Festival Saprahan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Suasana makan saprahan di PCC, Rabu (17/10/2018). 

Citizen Reporter
Jimmy Ibrahim
Humas Pemkot Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Plt Ketua TP PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti menjelaskan, peserta Festival Saprahan ini berusia maksimal 40 tahun. “Ini dimaksudkan supaya kaum muda lebih paham dan mengenal serta melestarikan nilai-nilai budaya makan saprahan Kota Pontianak,” jelasnya.

Untuk kriteria penilaian, kata dia, selain rasa makanan yang dihidangkan, kekompakkan, penampilan peserta dan lainnya juga menjadi aspek penilaian dewan juri.

Baca: Edi Kamtono Berencana Daftarkan Sambal Wak Dolah sebagai Warisan Budaya Tak Benda 

Baca: Seru! 29 Kelurahan Ikut Festival Saprahan Hari Jadi Kota Pontianak 247

Dengan festival yang diikuti kader-kader PKK se-Kota Pontianak ini, dirinya berharap para peserta memahami dan mengetahui bagaimana penyajian saprahan yang sesuai dengan adat-istiadat Melayu Pontianak.

“Harapan kami generasi muda tetap bisa melestarikan budaya makan saprahan,” pungkasnya.

Dari 30 kelompok peserta yang berasal dari 29 kelurahan, Kelurahan Benua Melayu Laut berhasil merebut juara pertama.

Disusul juara kedua dari Kelurahan Darat Sekip dan ketiga Kelurahan Saigon. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa trophy dan uang tunai.

Makan Saprahan merupakan adat istiadat budaya Melayu.

Berasal dari kata “Saprah” yang artinya berhampar, yakni budaya makan bersama dengan cara duduk lesehan atau bersila di atas lantai secara berkelompok yang terdiri dari enam orang dalam satu kelompoknya.

Dalam makan Saprahan, semua hidangan makanan disusun secara teratur di atas kain saprah.

Sedangkan peralatan dan perlengkapannya mencakup kain Saprahan, piring makan, kobokan beserta serbet, mangkok nasi, mangkok lauk pauk, sendok nasi dan lauk serta gelas minuman.

Untuk menu hidangan di antaranya, nasi putih atau nasi kebuli, semur daging, sayur dalca, sayur paceri nanas atau terong, selada, acar telur, sambal bawang dan sebagainya.

Kemudian untuk minuman yang disajikan adalah air serbat berwarna merah.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved