Peneliti Untan Kenalkan Inovasi Teknologi Aerator Mobile, Ikan Tetap Segar

Tiga dosen dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPKM) Untan bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Peneliti Untan Kenalkan Inovasi Teknologi Aerator Mobile, Ikan Tetap Segar
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Inovasi Aerator Mobile 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga dosen dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPKM) Untan bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (DRPM Ristekdikti) memperkenalkan inovasi teknologi aerator mobile.

Ide ini tercetus karena melihat kesulitan dari pembudidaya ikan yang harus membawa hasil tambaknya dalam perjalanan jauh. Adapun alat tersebut adalah teknologi berupa inovasi aerator mobile untuk membantu para pembudidaya ikan dengan Keramba Jala Apung (KJA).

Baca: Penumpang Lion Air Meninggal Dunia, Ini Penjelasan Pihak Maskapai

Sepintas mobil tersebut seperti mobil masa depan. Terlihat ada accu (aki) basah, kabel-kabel yang terikat rapih, box panel dengan beberapa lampu indikator, tampilan battery charge, daya dan arus beban serta yang tampak mencolok adalah modul panel surya di atas kap mobil pick up tersebut.

Mobil itu telah dimodifikasi siap digunakan untuk ekspedisi para pembudidaya ikan dalam perjalanan jauh. Peralatan yang dipasang pada mobil tersebut disebut aerator mobile.
Aerator adalah alat yang digunakan untuk melarutkan oksigen yang ada di udara ke dalam wadah air dimana prinsip kerjanya adalah untuk membuat sebanyak mungkin bersentuhan dengan udara.

Ini dimaksudkan agar air dalam wadah tersebut kaya akan oksigen terlarut yang memang sangat diperlukan oleh semua ikan air tawar dan air laut, kecuali beberapa jenis ikan tertentu. Aerator seperti itu biasanya digunakan oleh para pedagang ikan hias yang banyak di pasaran.

Sementara itu pedagang ikan hias dan juga para pembudidaya ikan dengan keramba jala apung ketika melakukan ekspedisi perjalanan jauh dengan membawa ikan-ikan segar kerap kali menemui kesulitan karena aerator yang ada ukuran kecil dan tidak mobile atau seperti ukuran untuk pedagang ikan hias saja. Oleh karenanya banyak para pembudidaya dan juga pedagang yang rugi karena ikan yang mati selalu dalam jumlah yang banyak.

Hal itulah yang menginspirasi tiga orang peneliti Untan dengan berbeda latar belakang keilmuan, yaitu Oke Anandika Lestari, S TP, M Si, Dr Ir Yohana S Kusuma Dewi, MP yang keduanya merupakan dosen di Fakultas Pertanian Untan serta Dr Eng Ferry Hadary, ST, M Eng selaku dosen di Fakultas Teknik Untan untuk melakukan kegiatan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan memberikan inovasi teknologi aerator mobile sebagai solusinya.

Melibatkan Supriono, ST, MT dan Firman sebagai Tim Teknis serta Desisius Gumilar, mahasiswa yang turut membantu pelaksanaan program.

Seperti penuturan Ferry Hadary, aerator ini dirancang khusus untuk kepentingan ekspedisi pengiriman ikan dalam keadaan hidup dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Baca: Simak Pelantikan Harianto Resmi Jadi Bagian Dari DPRD Sekadau

Sistem yang dirancang kata Ferry Hadary menggunakan sumber listrik yang bersumber pada aki (accu) dengan tegangan 12 volt. Dalam perancangan sistem ini penting sekali untuk memerhatikan kondisi accu agar sistem aerator ini selalu berfungsi dengan baik. Accu 12 volt yang digunakan sebagai sumber daya aerator selalu di charger dari dua buah sumber yaitu dari sumber generator mobil dan juga dari panel surya.

Halaman
12
Penulis: Maskartini
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved