Dicekal Universitas Gajah Mada (UGM), Begini Cuitan Mantan Menteri ESDM Sudirman Said
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dicekal Universitas Gajah Mada (UGM).
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Agus Pujianto
Dicekal Univesitas Gajah Mada (UGM), Begini Cuitan Sudirman Said
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dicekal Universitas Gajah Mada (UGM).
Dalam tayangan ILC TV One, Selasa (16/10/2018), Sudirman mengatakan dirinya mendapat undangan dari mahasiswa 3 Oktober 2018.
“3 Oktober terima permohonan adik-adik. Saya biasanya selalu datang kalau diundang kampus, khususnya yang tidak terkenal. Apalagi UGM. Begitu disebutkan anak-anak yang mengundang ya ok. Kebetulan juga ada kegiatan di sana,” kata Sudirman Said.
Baca: LIVE STREAMING ILC TV One Sedang Berlangsung, Mengapa Sudirman Said Dicekal Di UGM
Namun, dirinya sempat bertanya apakah menghadiri undangan tersebut, tidak apa-apa karena ini di dalam kampus.
Karena dijawan tidak apa-apa, maka Sudirman Said pun memutuskan akan menghadiri kegiatan dengan judul Seminar Kebangsaan Kepemimpinan di Era Milenial tersebut.
Namun, ternyata belakangan Sudirman Said ternyata dilarang untuk tampil di UGM.
Ia sempat mencuit di akun twitternya, @sudirmansaid, dalam sepekan terakhir.
Baca: Mahasiswa IAIN Pontianak Presentasi Karya Tulis Ilmiah di Kalteng
Berikut beberapa di antaranya:
“Kejujuran, kompetensi, jejaring, dan minat belajar, adalah “kunci inggris” kehidupan. Bangunlah dan jaga keempatnya, agar ladang amal kita kian luas...tak berbatas,” tulis Sudirman Said pada 14 Oktober 2018.
“Bersama @TheOfficialFMB Deklarasi Relawan PADI Jateng se Solo Raya mendukung @prabowo & @sandiuno di Pilpres 2019. Bismillah,” tulis Sudirman Said pada 13 Oktober 2018.
Di hari yang sama dia juga menulis cuitan tentang menebar kebaikan.
“Monggo “move on”...Terus bergerak menebarkan kebaikan, melakukan perbaikan. Jika kita berniat memberi, bukan mengambil (apalagi mencuri), ladang amal terbuka lebar di seantero negeri. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” tulisnya.
Sementara pada 11 Oktober, ia menyinggung soal Pertamina.
“Semoga “kapal besar” bernama Pertamina terus mampu berlayar. Diganti nahkodanya setahun sekali. Dipaksa menanggung biaya subsidi. Didera intervensi non korporasi. Prinsip fiduciary duty tak tegak lagi. #savepertamina,” tulisnya.