Video Drone

Pembangunan Infrastruktur di Perbatasan Negara

Semenjak dihembuskannya pergeseran patok batas negara di wilayah Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semenjak dihembuskannya pergeseran patok batas negara di wilayah Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat sekitar akhir tahun 2011, pembangunan akses jalan mulai dilakukan.

Awalnya warga Temajuk untuk bisa ke pusat kecamatan Paloh, hanya bisa menggunakan sampan ataupun menyusuri bibir pantai saat air laut surut menggunakan sepeda motor.

Setelah hebohnya kasus wilayah antar negara tersebut, warga Temajuk akhirnya bisa menggunakan jalur darat usai pembukaan jalan dari Dermaga Ceremai, Desa Sebubus.

Bahkan sekitar dua tahun belakangan ini warga bisa menggunakan jalur alternatif baru melewati kontur perbukitan dari Sajingan hingga ke Temajuk.

Baca: Antisipasi Datangnya Musim Hujan, Pemkot Pontianak Lakukan Pembersihan Parit

Jalur baru tersebut tidak seperti jalur melewati jalur lama yang mengharuskan warga melewati dua penyeberangan, karena dari Sajingan ke Temajuk hanya melewati sunga-sungai kecil yang saat ini perbaikan jembatan terus dikerjakan.

Jalur baru tersebut merupakan kerja sama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dibantu Zeni TNI-AD yang mengerjakan jalan sepanjang 81,3 kilometer dari Aruk ke Temajuk

Wakil Bupati Sambas, Hairiah saat ditemui di Camp WWF Sui Belacan Paloh, Minggu (7/10/2018) mengatakan semakin lama infrastruktur perbatasan di Sambas semakin baik.

Kalau dulu orang ke sini bisa memakan waktu berjam-jam, kalau sekarang sudah bisa menghemat waktu perjalanan dan jalurnya juga bisa melewati Kecamatan Teluk Keramat atau bisa juga lewat Sajingan.

Dengan perbaikan infrastruktur, Hairiah berharap tidak hanya dari pemerintah, dari masyarakat juga bisa memunculkan ide-ide kreatif untuk pembangunan potensi wisata di Temajuk.

“Presiden menargetkan bahwa ada produk khusus di daerah perbatasan, dengan kegiatan pembangunan infrastruktur kita harapkan timbul sumber daya alam dengan potensi-potensinya, sehingga pembangunan infrastruktur tidak meminggirkan kelompok-kelompok masyarakat,” ujar Hairiah

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved