TKA Asal Tiongkok Kedapatan Bawa Emas Batangan 3 Kg di Bandara Rahadi Oesman Ketapang

Kasus itu masih kita lidik dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertambangan Provinsi terlebih dahulu,

TKA Asal Tiongkok Kedapatan Bawa Emas Batangan 3 Kg di Bandara Rahadi Oesman Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / NUR IMAM SATRIA
Emas batangan yang di tahan oleh pihak Bandara Rahadi Oesman, Ketapang saat akan dibawa oleh TKA asal Tiongkok 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Warga Kabupaten Ketapang dihebohkan dengan beredarnya informasi penangkapan terhadap seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Tiongkok yang kedapatan membawa emas batangan seberat 3,3 Kg di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.

Diketahui TKA tersebut hendak membawa emas batangan itu menggunakan pesawat Nam Air tujuan Ketapang-Semarang, Sabtu (6/10/2018) sekitar pukul 13.40 Wib.

Dari informasi yang beredar khususnya di wilayah Bandara Rahadi Oesman, terungkapnya identitas TKA tersebut bernama Chen Xilong (60) yang membawa emas batangan.

Kasus tersebut pertama kali diketahui oleh anggota Kodim 1203 Ketapang sebelum akhinya dilimpahkan ke Polres Ketapang.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Syaiful (42) yang kesehariannya menjadi driver travel di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang.

"Memang pada saat saya nunggu penumpang di bandara pada hari itu, saya dengar ada seorang warga asing yang ditangkap karena membawa emas batangan," ujar Syaiful kepada Tribun.

Saat dimintai keterangan Kapolres Ketapang, AKBP Yuri Nurhidayat membenarkan adanya penangkapan terhadap seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang kedapatan membawa emas batangan seberat 3,3Kg di Bandara Rahadi Oesman Ketapang beberapa hari lalu.

"Kasus itu masih kita lidik dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertambangan Provinsi terlebih dahulu," ujar Yuri.

Baca: Tampung Aspirasi Honorer, Komisi A DPRD Sambas Kunjungi BKN

Yuri menambahkan, dari hasil penyelidikan pihaknya diketahui TKA yang kedapatan membawa emas tersebut bernama Chen Xilong (60) yang merupakan warga negara China yang bekerja sebagai Manager Operasional PT Sultan Rafli Mandiri yang berlokasi di Dusun Muatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

"Pengakuan yang bersangkutan emas diambil dari lokasi tambang tempat mereka beroperasional dan akan dibawa ke Sucofindo untuk dilakukan uji kadar," tambahnya.

Lanjut Yuri bahwa perusahaan tempat TKA tersebut bekerja memang memiliki legalitas perizinan sehingga saat ini TKA tersebut hanya ditetapkan sebagai saksi dari kasus tersebut.

"Statusnya hanya sebagai saksi, jadi tidak kita tahan. Namun untuk mengantisipasi agar dia tidak meninggalkan Ketapang kita tahan pasportnya dan untuk kepastian apakah ada pelanggaran kita menunggu ahli dari dinas pertambangan provinsi," lanjutnya.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved