Ustadz Abdul Somad Pimpin Syahadat 12 Orang Suku Anak Dalam Yang Masuk Islam

Ustadz Abdul Somad memimpin pengucapan Dua Kalimah Syahadat di Halaman Kantor Camat Sungai Rengas, Kabupaten Batanghari, Jambi, Kamis (11/10/2018).

Ustadz Abdul Somad Pimpin Syahadat 12 Orang Suku Anak Dalam Yang Masuk Islam
TFQH Media/Instagram Ustadz Abdul Somad
Ustadz Abdul Somad saat memimpin syahadat kepada 12 orang Suku Anak Dalam di Jambi, Kamis (11/10/2018) 

Orang Kubu yang di utara Provinsi Jambi (sekitaran Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah selatan Provinsi Jambi (sepanjang jalan lintas Sumatra).

Baca: Ustadz Abdul Somad Senang Bisa Merajut Kebhinekaan di Tanah Papua, Warga Asing Lakukan Ini

Mereka hidup secara nomaden dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun banyak dari mereka sekarang telah memiliki lahan karet dan pertanian lainnya.

Kehidupan mereka sangat mengenaskan seiring dengan hilangnya sumber daya hutan yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan, dan proses-proses marginalisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan suku bangsa dominan (Orang Melayu) yang ada di Jambi dan Sumatera Selatan.

Mayoritas suku kubu menganut kepercayaan animisme.

Tetapi ada juga beberapa puluh keluarga suku kubu yang pindah ke Agama Kristen atau Islam.

Untuk Suku Kubu yang tinggal menetap di daerah Sumatera Selatan, terutama daerah Rawas Supit dan Musi Lakitan, di sana banyak terdapat Suku Kubu yang menggantungkan hidup di persawitan.

Baca: Hinggap di Kepala Ustaz Abdul Somad, Burung Lovebird Ini Tak Mau Pergi, Ini Kata Ustaz Arifin Ilham

Bahkan ada di antara yang memanfaatkan lahan sawit perusahaan Lonsum untuk mereka curi dan mereka jual ke lapak lapak setempat.

Mereka seperti itu karena memegang prinsip dasar apa yang tumbuh di alam adalah milik mereka bersama.

Namun, banyak juga orang kubu di daerah Musi dan Rawas yang menerima modernisasi termasuk penggunaan kendaraan bermotor dan senjata api rakitan (kecepek).

Pakaian dan fisik mereka yang agak sedikit kumal biasanya menjadi stereotipe yang membuat orang-orang sekitar bisa membedakan suku Kubu dan masyarakat sekitar. (*)

Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help