PKH di Kabupaten Sambas Meningkat 2 Kali Lipat, Disnos: Rp33 Miliar Untuk Pemberdayaan 18.699 KPM

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sambas Edi, SE.,M.Eng., mengatakan untuk tahun 2018 sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia

PKH di Kabupaten Sambas Meningkat 2 Kali Lipat, Disnos: Rp33 Miliar Untuk Pemberdayaan 18.699 KPM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Foto Bersama Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili dan peserta kegiatan Rapat Koordinasi PKH 2018, di Hotel Pantura Jaya, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sambas Edi, SE.,M.Eng., mengatakan untuk tahun 2018 sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, peserta PKH di Kabupaten Sambas bertambah menjadi 18.699 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Angka ini meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar 9.172 KPM. Tidak hanya itu, untuk estimasi bantuannya pun meningkat menjadi 33 Miliar Rupiah untuk tahun 2018.

"Sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, peserta PKH di Kabupaten Sambas bertambah menjadi 18.699 Keluarga Penerima Manfaat, dengan total bantuan 33 Miliar," ujarnya, Kamis (11/10/2018) di Hotel Pantura Jaya.

Baca: Ari Agustian Bidik Dua Agenda Perebutan Sabuk Tinju

Ia menjelaskan, PKH sendiri merupakan program prioritas Nasional, yang dilaksanakan lintas sektor. Dan secara Nasional sudah berjalan kurang lebih 10 tahun dan untuk di Kabupaten Sambas sendiri sudah berjalan kurang lebih 5 tahun sejak 2013 lalu.

PKH sendiri adalah kegiatan sosial yang konkret dan progresif, yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Yang salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan dari 18.699 KPM itu, terdapat 36.336 orang yang merasakan manfaatnya diantaranya adalah ibu hamil sejumlah 390 orang, Balita 6.427 orang, pelajar SD sejumlah 15.555, anak pra sekolah 583 orang, anak SMP 6.982, anak SMA 3.849, dan lanjut usia serta disabilitas sebanyak 213 orang.

"Perimanya oleh 36.336 orang, yang terdiri dari ibu hamil, balita, anak kelas sekolah, SD, SMP, dan SMA. Selain itu juga ada lansia dan penyandang disabilitas," tuturnya.

Sementara itu saat di konfirmasi mengenai berapa angka kemiskinan yang ada di Sambas saat ini, Edi mengaku masih melakukan verifikasi dan validasi data.

Karena saat ini masih menggunakan angka kemiskinan pada tahun 2015. Ia mengatakan, saat ini yang menentukan kriteria miskin adalah Desa. Sementara itu, yang sudah memberi jawaban baru 80 Desa dari 193 Desa di Sambas.

Oleh karenanya, ia mengatakan saat ini masih terus dilakukan penguatan agar pendataan tersebut bisa terus di laksanakan dan segera mendapatkan hasil.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help