Pangkalan Lebih Selektif Distribusikan Elpiji 3 Kg, Pengecer Dijatah 10 Tabung

Pemilik Pangkalan Yawera, Syarif Husin Effendi menyampaikan bahwa pasokan dari agen Pertamina masih seperti biasanya.

Pangkalan Lebih Selektif Distribusikan Elpiji 3 Kg, Pengecer Dijatah 10 Tabung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Satu di antara Pangkalan Gas Elpiji 3 Kilogram bernama Pangkalan Yawera di Jalan Taruna, Gang Taruna, Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang masih beraktivitas seperti biasanya, Kamis (11/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Satu di antara Pangkalan Gas Elpiji 3 Kilogram bernama Pangkalan Yawera di Jalan Taruna, Gang Taruna, Kelurahan Tanjungpuri, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang masih beraktivitas seperti biasanya, Kamis (11/10/2018) pagi.

Pemilik Pangkalan Yawera, Syarif Husin Effendi menyampaikan bahwa pasokan dari agen Pertamina masih seperti biasanya.

Tidak ada pengurangan sama sekali, hanya saja sempat beberapa kali keterlambatan datang.

"Kita satu bulan dua kali penyaluran, satu kali itu 175 tabung, jadi kalau satu bulan sekitar 350-an tabung lah. Sejauh ini tidak ada pengurangan untuk jumlah pasokan, hanya saja sekarang permintaan lebih tinggi," kata Husin.

Baca: Gerindra Kalbar Sebut Listrik Padam Jadi Satu Diantara Faktor Terlambat Serahkan LADK

Oleh karena itu, dia memang jadi lebih selektif untuk mendistribusikan atau menjual kembali. Bahkan untuk kios-kios pengecer dibatasi, mulai dari 5-10 tabung, sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kios tersebut.

"Saya hemat-hemat lah, terutama antar dulu ke toko-toko di pasar, kemudian buat warga yang di RT saya. Kalau untuk pengecer, dia ambil sendiri ke sini. Lalu kalau ada warga dari RT lain, saya tanya dulu di sana ada pangkalan atau tidak, kalau ada silakan beli di sana," jelasnya.

Terkait dengan kabar melonjaknya harga di tingkat pengecer, menurutnya itu sudah di luar kemampuannya. Namun dia memastikan, untuk harga yang dia jual ke warga sekitar, toko-toko, dan pengecer sesuai standar 18 ribu.

"Itu di luar kemampuan saya, karena di pasar orang mencari keuntungan. Kemudian ada keluhan dari masyarakat kenapa sekarang agak kurang, itu juga di luar kemampuan saya, yang jelas pasokan tidak ada pengurangan. Cuma kita ngerti kebutuhan masyarakat kan bisa melonjak tiba-tiba," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help