Maya Satrini: Singkawang Terkenal dengan Masalah Perdagangan Orang

TPPO yang sering terjadi di Kota Singkawang sangat identik dengan trafficking.

Maya Satrini: Singkawang Terkenal dengan Masalah Perdagangan Orang
ISTIMEWA
Mardiana Maya Satrini 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Lembaga Asa Puan Kalbar dan Pemerintah Kota Singkawang menggelar Sosialisasi Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Sentosa, Jalan Kom Yos Soedarso, Kamis (11/10/2018).

Sosialisasi diberikan kepada para pelajar SMP SMA SMK, guru, lurah, RT, organisasi perempuan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kota Singkawang.

Baca: Pataka Kirab Satu Negeri tiba di kota Makassar, Sebelum ke Rumah Gubernur Mampir ke Tribun

Ketua Satgas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak (TP2A) Kota Singkawang, Mardiana Maya Satrini mengatakan, dengan adanya sosialisasi seperti ini setidaknya bisa memberikan pemahaman secara luas kepada seluruh lapisan masyarakat apa yang dimaksud dengan TPPO.

"Apalagi Singkawang ini cukup subur dan terkenal dengan masalah TPPO," katanya.

TPPO yang sering terjadi di Kota Singkawang sangat identik dengan trafficking.

Sedangkan modus operandinya bekerja ke luar negeri, tetapi dibayar tidak sesuai dengan kontrak, lalu dilacurkan bahkan sampai terinfeksi HIV dan sebagainya.

Didalam sosialisasi ini tentunya sudah diajarkan bagaimana menjadi migran yang resmi.

Sehingga apabila yang bersangkutan mengalami TPPO, maka permasalahan yang dihadapi bisa dibantu oleh KJRI atau tempat (agen) yang mengirimnya.

Baca: Persaingan Ketat, Ini Pesan Bupati AM Nasir ke Peserta Seleksi CPNS

Melalui sosialisasi ini juga, setidaknya bisa membuat masyarakat Singkawang menjadi paham akan bahayanya trafficking.

Sehingga masyarakat tidak mudah tergiur dengan hal-hal kemakmuran yang ada di negara lain.

Apalagi lagi mereka datang ke negeri orang tanpa dokumen yang sah atau legal.

"Seperti pepatah hujan emas di negeri orang, tetapi masih baik hujan batu di negeri sendiri," ucap Maya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help