Kepala Bea Cukai: Penertiban Bersama Adalah Wujud Nyata Sinergi Yang Solid Berbagai Pihak

Sinergi ini, lanjutnya, tak hanya pada penertiban kendaraan, terlebih Bea Cukai di perbatasan punya tanggung jawab sebagai community protector.

Kepala Bea Cukai: Penertiban Bersama Adalah Wujud Nyata Sinergi Yang Solid Berbagai Pihak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Suasana apel bersama sebelum dimulainya penertiban kendaraan asing di PLBN Entikong, kecamatan Entikong, kabupaten Sanggau, Kamis (11/10). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Bea Cukai Entikong, Dwi Jogyastara menyampaikan, penertiban kendaraan asing bersama ini adalah sebagai wujud nyata sinergi yang solid berbagai pihak di perbatasan Entikong, kabupaten Sanggau.

“Penertiban kendaraan asing ini juga membantu kami menegakkan borang (dokumen perijinan pemasukan atau pengeluaran kendaraan bermotor ke/dari Indonesia) keluar masuk wilayah perbatasan. Bea Cukai dalam menegakan borang ini tidak bisa kerja sendiri, karena perbatasan di Entikong ini berlaku kebijakan Sosek Malindo, ” katanya.

Sinergi ini, lanjutnya, tak hanya pada penertiban kendaraan, terlebih Bea Cukai di perbatasan punya tanggung jawab sebagai community protector.

Baca: Nilai LADK Upaya Demokrasi Tanpa Korupsi, Pokja Sebut Jangan Terlalu Banyak Tolerir

“Kami harus melindungi masyarakat perbatasan dari bahaya penggunaan produk luar negeri yang masuk secara ilegal. Saya harap sinergi penertiban ini berlanjut, karena Bea Cukai tidak bisa bekerja sendiri, ” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, Sat Lantas Polres Sanggau, Polsek Entikong bersama Custom, Imigration, Quarantine, Security (CIQS) dengan di back up TNI kembali melakukan penertiban kendaraan asing di PLBN Entikong, kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kamis (11/10/2018).

Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Refandry Meidika Putra menyampaikan, dilakukannya penertiban ini karena masih banyak pemilik dan pengendara kendaraan asing tidak patuh dengan aturan yang sudah kita sosialisasikan sejak februari lalu.

“Aturan itu terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk setiap kendaraan asing sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang tarif dan jenis PNBP yang berlaku di Kepolisian Republik Indonesia, ” katanya melalui rilidnya, Kamis (11/10).

Dikatakanya, sejak disosialisasikan hingga diberlakukan awal Mei lalu, banyak pemilik dan pengendara kendaraan asing yang belum membuat TNKB LBN dan STNK LBN seperti yang diwajibkan dalam aturan.

“Untuk itulah, hari ini kita tertibkan dan langsung kita tindak tegas apabila masih ada kendaraan asing yang tidak dilengkapi TNKB LBN dan STNK LBN melintas disini, ” tegasnya.

Kasat menuturkan, berdasarkan catatan, kendaraan asing yang masuk wilayah Indonesia melalui PLBN Entikong sekitar lima ribu unit dalam beberapa bulan terakhir.

“Dalam sehari antara 20 hingga 30 kendaraan asing yang melintasi PLBN Entikong. Kendaraan itu sebagian milik warga perbatasan, Sanggau dan sebagian lagi milik warga Malaysia yang berkunjung ke perbatasan, ” jelasnya.

Sebelum dimulainya penertiban kendaraan asing di PLBN Entikong, terlebih dahulu digelar apel gabungan antara Polisi, Satgas Pamtas Yonif 511/DY, Koramil, Custom, Imigration, Quarantine, Security (CIQS) serta Dinas Perhubungan Kalbar wilayah kerja PLBN Entikong yang dipimpin Kepala Bea Cukai Entikong, Dwi Jogyastara.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved