Defisit Berdampak Penundaan Proyek, Pengamat: Harus Ada Klarifikasi Dari Gubernur

Akademisi sekaligus pengamat pemerintahan Untan, Rulida Yuniarsih, S.IP, M.Si menilai defisit yang berdampak kepada penundaan sejumlah proyek

Defisit Berdampak Penundaan Proyek, Pengamat: Harus Ada Klarifikasi Dari Gubernur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji saat diwawancarai usai menerima audiensi dan pernyataan sikap dari Aliansi Rakyat Penegak Demokrasi Kalimantan Barat, Senin (8/10/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akademisi sekaligus pengamat pemerintahan Untan, Rulida Yuniarsih, S.IP, M.Si menilai defisit yang berdampak kepada penundaan sejumlah proyek di Landak dan Bengkayang bukan berarti daerah tersebut dianak tirikan.

Menurutnya, hal itu memanglah dinilai wajar terjadi karena memang defisit, ia pun menyarankan agar ada peninjauan ulang terhadap proyek yang direncanakan.

Seperti apa penuturanya? Berikut analysis dari pengamat pemerintahan Untan :

Defisit anggaran kita ketahui setelah Pak Sutarmidji menjabat sebagai Gubernur terpilih, defisit anggaran Rp. 691milyar, dan sudah diselesai kan sebanyak Rp. 600milyar.

Anggaran yang defisit tentu banyak faktor yang sebelumnya terjadi, misalnya pembiayaan perjalanan dinas sampai Rp. 220an Milyar setahun juga ditambah kendaraan dinas sebanyak 1216 buah yang tenntu ini bukan pendanaan anggaran yang sedikit.

Baca: PKH di Kabupaten Sambas Meningkat 2 Kali Lipat, Disnos: Rp33 Miliar Untuk Pemberdayaan 18.699 KPM

Seharusnya, rancangan anggaran yang dbuat harus mengutamakan yang lebih penting dahulu, misalnya anggaran infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Penundaan sejumlah proyek wajar adanya, karena harus ditinjau ulang untuk terus melanjutkan anggaran proyek sebesar dana tersebut.

Saran saya memang proyek ini harus ditinjau ulang, karena anggaran yang sudah defisit untuk melanjutkan proyek lagi, riskan sekali untuk keberlangsungan pemerintahan daerah.

Saya juga menyarankan bukan hanya penundaan, namun perlu adanya peninjauan ulang untuk proyek-proyek yang sudah direncanakan tadi, proyek dengan sasaran infrastruktur harus didahulukan, karena infrastruktur yang baik akan menunjang perekonomian daerah menjadi lebih maju.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved