Atbah: Tugas PKH Adalah Untuk Mendampingi Masyarakat, Terutama Kurang Mampu

Berikan layanan terbaik kepada masyarakat, Bekerjalah sesuai dengan kode etik PKH, dan santun dalam melayani masyarakat

Atbah: Tugas PKH Adalah Untuk Mendampingi Masyarakat, Terutama Kurang Mampu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat memberikan sambutan di pembukaan kegiatan Rapat Koordinasi PKH 2018, di Hotel Pantura Jaya, Kamis (11/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sambas 2018, di Hotel Pantura Jaya, Kamis (11/10/2018)

Ia mengatakan, PKH harus melaksanakan tugasnya murni untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sambas, terutama yang masuk kedalam kategori kurang mampu atau miskin.

"Berikan layanan terbaik kepada masyarakat, Bekerjalah sesuai dengan kode etik PKH, dan santun dalam melayani masyarakat. Jangan masukan untuk kepentingan lainnya," ujar Atbah.

Baca: Kasus Pencurian Aki Alat Berat PT BSL Terungkap, Ternyata Pelakunya Karyawan Sendiri 

Atbah menjelaskan, program PKH sendiri adalah sebuah program yang di gagas oleh pemerintah pusat untuk menurunkan angka kemiskinan, dan memberdayakan masyarakat.

Oleh karenanya, ia berharap dengan adanya PKH akan mampu mensejahterakan masyarakat. Dan program PKH ini menjadi salah satu bukti hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat.

"Ini diharapkan mampu mensejahterakan masyarakat, dan ini adalah bentuk hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat," sambungnya.

Lebih lanjut, Atbah meminta agar program tersebut dijalankan sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

"Jangan sampai ada laporan kepada saya, tentang ada laporan yang tidak terpuji dari masyarakat mengenai perilaku tidak terpuji di lapangan," tuturnya.

Baca: Inilah Aktivitas Poski GMHP di Kantor Camat Pontianak Tenggara

Oleh karenanya, Atbah menenkankan agar nantinya kemiskinan bukan lagi turun hanya sebatas angka-angka. Akan tetapi ia meminta kemiskinan juga turun berdasarkan realita, dengan di buktikan angka rill di lapangan dan kemampuan belanja konsumsi masyarakat.

"Untuk kita, menurunkan kemiskinan harus dilakukan secara rill. Bukan berdasarkan data, oleh karenanya kita harus melihat dan mengukur berapa pendapatan mereka secara langsung bukan berdasarkan data, untuk itu datanya harus valid" paparnya.

Lebih lanjut, Atbah juga sedikit menceritakan ketika dirinya masih bertugas dan bekerja di sebuah lemaga sosial saat berada diluar negeri. Menurutnya, dalam tugas sosial itu harus benar-benar mementingkan orang lain dan kepentingan masyarakat.

Baca: Kasus Pencurian Aki Alat Berat PT BSL Terungkap, Ternyata Pelakunya Karyawan Sendiri 

"Saya pernah bertugas dilembaga sosial, dan kami ketika bertugas benar-benar untuk kepentingan orang lain," tegasnya.

Tidak hanya itu, Atbah juga meminta kepada petugas pendamping keluarga harapan agar selalu kompak, bersatu dan penuh ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja.

"Meskipun gaji pendampingan tidak mencukupi namun saya berharap bahwa petugas bisa bekerja pada kondisi apa adanya," ucapnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved