Dinkes Sebut Sambas Berpotensi Terjangkit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat

Salah satu penyebabnya adalah, karena Kabupaten Sambas berada di daerah perbatasan dan menjadi pintu gerbang keluar masuknya masyarakat

Dinkes Sebut Sambas Berpotensi Terjangkit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Fatah Maryunani saat memberikan sambutan di pembukaan kegiatan penyusunan dokumen rencana kontigensi (Rekon) Kedaruratan Kesehatan Masyarakat 2018, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dr Fatah Maryunani mengatakan Kabupaten Sambas sangat berpotensi terjangkit Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM).

Salah satu penyebabnya adalah, karena Kabupaten Sambas berada di daerah perbatasan dan menjadi pintu gerbang keluar masuknya masyarakat dari dan luar negeri.

Baca: Bupati Sambas Cerita Tentang Alat Pendeteksi Penyakit Saat Kunjungannya ke Negara Maju

Baca: Dirut RSUD Sambas : Penyakit Kapastropik Masih Duduki Peringkat Teratas Yang Diidap Masyarakat

"Kita sangat berpotensi terjadi KKM, karena kita berada di daerah perbatasan yang masuk lewat Aruk, Sentete dan Temajuk. Jadi kita sangat berpotensi terjadi Kedaruratan," ujarnya, Rabu (10/10/2018) di Hotel Pantura Jaya.

Menurutnya, beberapa penyakit tersebut seperti mestok, H1N5, flu burung, flu onta, mers dan bahkan tidak menutup kemungkinan virus Ebola dan penyakit-penyakit lainnya.

Lebih lanjut, Fatah menjelaskan bahwa dengan dilaksanakan kegiatan ini. Nantinya akan menghasilkan sebuah kesepakatan atau sebuah kesepahaman yang nanti terbentuk untuk wilayah kerja masing-masing OPD terkait.

Sementara itu, untuk daerah-daerah yang atau siapa saja yang berpotensi terjangkit KKM. Fatah menganeh itu adalah mereka yang banyak berinteraksi dengan orang-orang yang masuk dari luar.

Oleh karenanya, ia mengatakan kedepannya akan dilakukan pemantauan secara berkala untuk masyarakat yang baru pulang dari luar negeri. Seperti masyarakat yang baru pulang haji dan umroh.

Dengan demikian, Fatah mengatakan akan menyiapkan dan melatih tenaga untuk menangani masalah tersebut.

"Untuk saat ini tenaganya ada (SDM) cuma masih perlu peningkatan kompetensi untuk itu," tuturnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help