Dinkes Ketapang Gandeng MUI Sosialisasikan Imunisasi MR ke Warga Ketapang

Rustami mengakui jika dampak setelah menggandeng MUI pihaknya merasa terbantu, angka penambahan jumlah peserta Imunisasi

Dinkes Ketapang Gandeng MUI Sosialisasikan Imunisasi MR ke Warga Ketapang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang H. Rustami, S.Km. M.Kes, saat ditemui di ruangannya, Rabu (10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nur Imam Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang H. Rustami, S.Km. M.Kes tmengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) wilayah Ketapang untuk bersama-sama mensosialisasikan Imunisasi Measles Rubella di seluruh daerah yang ada di Kabupaten Ketapang.

Hal itu dikatakan oleh Rustami saat dijumpai di Kantornya, Rabu (10/10/2018). Menurut Rustami dilibatkannya MUI sebagai bentuk respon oleh Dinkes Ketapang terhadap isu yang beredar selama ini di Masyarakat.

Baca: Politeknik Ketapang Dorong Keterampilan Perangkat Desa

Baca: Ketua Aisyiyah Mempawah Ajak Masyarakat Tak Takut Imunisasi Rubella

"Kendala sampai saat ini masih seputar isu halal-haram sih, makanya kita ajak MUI keliling untuk sosialisasi. Baik itu kesekolah-sekolah maupun di beberapa kegiatan yang kita adakan," kata Rustami.

Rustami mengakui jika dampak setelah menggandeng MUI pihaknya merasa terbantu, angka penambahan jumlah peserta Imunisasi di beberapa Kecamatan lumayan meningkat. Satu diantaranya di Kecamatan Delta Pawan.

"Jujur saja untuk mengajak kembali warga yang sudah menolak untuk mengimunisasikan anaknya, itu sungguh sulit. Ditambah dengan beberapa Isu kemarin, tapi kita terus sosialisasikan. Besok rencananya kita bersama MUI mengunjungi daerah Benua Kayong untuk sosialisasi, karena disana termasuk Kecamatan yang paling kecil angka Anak yang telah diimunisasi," pungkasnya.

Rustami juga menjelaskan untuk Kabupaten Ketapang sendiri, angka keikutsertaan Imunisasi MR sampai saat ini baru mencapai 46persen, dari target yang telah ditentukan sebesar 98persen. Menurut Rustami dengan angka tersebut, Kabupaten Ketapang sangat rentan terhadap Virus MR.

"Kan diperpanjangnya sampai 31 Oktober ini sosialisasinya, saya pikir sekitar 50persen lah tercapai hingga akhir bulan. Kalau rentan ya sangat rentan, apalagi banyak akses membuat warga luar Ketapang masuk kesini, itu yang membuat sangat rentan," terang Rustami.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved