Dua Bocah Perempuan di Sepauk Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai

Untuk memastikan keadaan kedua anak apakah masih hidup atau sudah meninggal, warga menghubungi bidan yang untuk memeriksa korban.

Dua Bocah Perempuan di Sepauk Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Pemakaman dua bocah yang diduga tenggelam saat bermain di Sungai Sepauk, Desa Tanjung Balai, Kecamatan Sepauk, Selasa (9/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Anggota Polsek Sepauk mendapatkan informasi adanya dua orang anak di Desa Tanjung Balai bernama Mega Wulantika (9) dan Alfiatun Azizah (10) yang diduga tenggelam di Sungai Sepauk, Kecamatan Sepauk, Senin (8/10/2018) sore.

Mendapatkan informasi tersebut, anggota Polsek Sepauk mendatangi TKP untuk melakukan pengecekan. Menurut informasi, kedua anak ini hilang saat berada di sungai untuk mandi sekaligus bermain sejak pukul 15.30 WIB.

Baca: Polsek Selakau Kembali Mengamankan Pelaku Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Baca: Kesbangpol Laksanakan Forum Diskusi untuk Tingkatkan Partisipasi Politik Masyarakat Sintang

Kedua korban bersama temannya bermaksud akan menyuci terpal yang akan digunakan untuk membuat tenda saat kegiatan perkemahan pramuka di sekolah.

Setelah selesai mencuci terpal mereka pulang kerumah masing-masing.

"Setelah mengembalikan terpal, kedua kembali lagi ke sungai. Saat mandi, Alfiatun jatuh ke sungai dan tenggelam. Tika yang berusaha menyelamatkan, justru ikut tenggelam," ujar Kapolsek Sepauk Iptu Suwaris.

Kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, Ibu dari Alfiatun (10) bernama Dahlia dan bertanya kepada tetangganya Wakidi.

Namun Wakidi tidak melihat, dan membantu Dahlia mencari anaknya di sekitar sungai tempat anaknya bermain.

"Saudara Wakidi kemudian menemukan kerudung dan menurut Dahlia, betul itu milik anaknya. Wakidi kemudian menyelam ke dasar sungai dan menemukan terlebih dahulu Mega, dia kembali menyelam dan dapat lagi Alfiatun," katanya.

Untuk memastikan keadaan kedua anak apakah masih hidup atau sudah meninggal, warga menghubungi bidan yang untuk memeriksa korban. Setelah di periksa kedua anak tersebut sudah meninggal dunia.

Kapolsek mengatakan, setelah mengetahui kejadian tersebut. Dia langsung memerintahkan anggota dari Unit Reskrim untuk mengumpulkan data korban dan saksi. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengecekan di TKP.

"Atas kejadian ini, saya menghimbau kepada orang tua yang memiliki anak untuk selalu memperhatikan keberadaan anaknya, agar kejadian yang tidak kita inginkan seperti ini tidak terulang kembali," ucap Iptu Suwaris.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved