Kadis DPKAD Sebut Dampak Dana Bagi Hasil Pajak Jika Tidak Segera Tersalurkan

Menurutnya DBHP sebesar 26 miliar yang sudah direalisasikan tersebut selain pajak rokok sebesar Rp12 miliar dari target 19,2 miliar

Kadis DPKAD Sebut Dampak Dana Bagi Hasil Pajak Jika Tidak Segera Tersalurkan
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kubu Raya, Nurmarini mengatakan sisa utang Dana Bagi Hasil Pajak ( DBHP) yang belum dibayarkan provinsi kepada Pemkab Kubu Raya sekitar 28 miliar rupiah.

"Hingga per September ini yang sudah terealisasi 26 miliar dari target 54,6 miliar di APBD tahun 2018. Jadi masih ada sisa sekitar 28 miliar lebih belum disalurkan, dan ini sudah mengakomodir untuk tahun 2017 dan 2018," ujarnya belum lama ini.

Baca: Daniel Johan Harap KPU Antisipasi Keterlambatan Distribusi Logistik di Suti Semarang

Baca: Taman Nasional Danau Sentarum, Keanekaragaman Hayati, Budaya Dan Festival Tahunan

Ia mengatakan DBHP tersebut mencakup tujuh komponen pajak.

"Cakupan DBHP itu antara lain pajak kendaraan bermotor, pajak kendaraan diatas air, bea balik nama kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan diatas air. Kemudian Bahan bakar kendaraan bermotor, pengambilan dan pemanfaatan air bawah tanah, pengambilan dan pemanfaatan air permukaan serta pajak rokok," katanya

Menurutnya DBHP sebesar 26 miliar yang sudah direalisasikan tersebut selain pajak rokok sebesar Rp12 miliar dari target 19,2 miliar juga komponen pajak lainnya sebesar 14,1 miliar.

"Namun angka ini menjadi salah satu muatan kami untuk dikoordinasikan dan divalidkan lagi ke provinsi bahwa DBHP sudah tertuang dalam Peraturan Gubernur untuk dipasang dalam APBD kita," tuturnya.

Ia mengatakan jika ini tidak disalurkan maka akan terjadi guncangan keuangan di kabupaten karena tidak bisa menyesuaikan antara pendapatan dan belanja daerah sehingga pemda sulit untuk menjaga posisi keuangannya.

"Dampaknya diantaranya terhadap pembangunan tidak bisa terealisasikan dan potensi defisit keuangan pun bisa terjadi," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved