Buka Forum Diskusi Politik, Jarot Ingin Terwujudnya Pemilu yang Substansial di Sintang

Jarot Winarno memberikan apresiasi dan menyambut positif kegiatan forum diskusi politik ini karena untuk melihat pemilu yang substansial

Buka Forum Diskusi Politik, Jarot Ingin Terwujudnya Pemilu yang Substansial di Sintang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Koordinasi Forum-forum Diskusi Politik yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Senin (8/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Koordinasi Forum-forum Diskusi Politik yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sintang di Pendopo Bupati Sintang, Senin (8/10/2018) pagi.

Kegiatan bertajuk Pengembangan Nilai-nilai Demokrasi Melalui Pemilu Serentak Tahun 2019 yang Berintegritas, Bermartabat, dan Damai yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Pimpinan OPD, Pimpinan Partai Politik, masyarakat sipil.

Baca: Bupati Sintang Hadiri Perayaan Pesta Emas Pastor Jacques Chapuis OMI

Baca: DPMPD Sintang Gelar Bimtek untuk Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa 

Bupati Sintang, Jarot Winarno memberikan apresiasi dan menyambut positif kegiatan forum diskusi politik ini karena untuk melihat pemilu yang substansial. Dia ingin melihat relasi antara politik dengan pemilu yang substansial.

"Pemilu substansial tersebut adalah pemilu yang memiliki dimensi transdenmental sehingga betul betul “Vox populi, vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan”, yang dimana suara hak politik rakyat jadi terjaga," tegas Jarot.

Menurutnya inilah yang kemudian menjadi dasar berdirinya pemimpin yang bisa bermartabat bermoral tinggi dan mau membangun negara. Bahkan seluruh negara mengkualifikasi Pemilu dalam bentuk angka, termasuk di Indonesia, hal tersebut di sebut Indeks Demokrasi Indonesia.

"Jadi di dalam itu ada berbagai variabel untuk mengetahui tingkatan demokrasi di Indonesia yakni untuk kategori baik itu nilainya lebih dari 80, kemudian kategori sedang itu 60-80, dan kategori buruk termasuk dibawah 60 nilainya," jelasnya.

Jarot juga menambahkan bahwa Indeks Demokrasi Indonesia merupakan salah satu indikator penunjukan tingkatan perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Hak kebebasan berpendapat, hak-hak politik, dan lembaga demokrasi, dengan tiga indikator tersebut dapat melihat capaian pelaksanaan dan perkembangan demokrasi di Indonesia," sambung Jarot.

Dia menambahkan bahwa kegiatan forum diskusi politik ini juga sangat baik dilaksanakan untuk memberikan pemahaman berdemokrasi yang baik. Apalagi pada seminar nantinya diisi oleh narasumber dari Kemendagri.

"Seminar ini menarik tentunya, dimana nantinya akan memaparkan nilai-nilai dasar demokrasi untuk menuju Pemilu serentak 2019 yang berintegritas, bermartabat, dan damai, ya saya yakin kegiatan ini sangat baik," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help