Penemuan Mayat di Sekadau

Suheri Habisi Supinah dengan Sadis, Kapolres Sekadau Beberkan Motifnya

Kami tidak mau hanya berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, karena pasal 184 tidak ada nilainya pengakuan bersangkutan,

Suheri Habisi Supinah dengan Sadis, Kapolres Sekadau Beberkan Motifnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIVALDI ADE MUSLIADI
Tersangka Suheri (26) yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Supinah (48) yang merupakan ibunda seotang jurnalis, saat diamankan di Mapolres Sekadau, Kamis (4/10). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi menuturkan, pihaknya sudah mendapatkan calon tersangka dari kasus tersebut. Pihaknya akan akan melakukan gelar untuk menetapkan tersangka.

“Kami tidak mau hanya berdasarkan pengakuan yang bersangkutan, karena pasal 184 tidak ada nilainya pengakuan bersangkutan,” ujar Anggon, Kamis (4/10/2018).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polres Sekadau Polda Kalbar, dan Polsek Mandor berhasil membekuk terduga pelaku dugaan pembunuhan terhadap Supinah (48) dikediamannya di Dusun Peniti, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Rabu (3/10) malam. Tersangka Suheri (26) diamankan di Mandor, Kabupaten Landak dan sudah dibawa ke Mapolres Sekadau.

Baca: Sadis, Suheri Habisi Korban Gunakan Gagang Cangkul

Suheri diketahui merupakan tetangga korban di Desa Semanggis Raya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau. Pelaku dan keluarga korban pun saling mengenal.

Anggon menegaskan, pihaknya akan menggelar perkara dan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) serta mengambil keterangan saksi. Anggon mengatakan, untuk kalung akan ditunjukan kepada keluarga korban.

“Karena kalungnya itu ditemukan dari terduga pelaku saat diamankan di Mandor oleh tim gabungan Polres Sekadau dan Polda Kalbar,” ucap Anggon yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU M Ginting.

Baca: Mapala se Kalbar Galang Dana Untuk Korban Bencana di Palu dan Donggala

Selain itu, pihak kepolisian akan memeriksa rambut yang ditemukan di gagang cangkul denga rambut korban. Kemudian, pemeriksaan DNA antara darah dibaju terduga pelaku dengan bantal mikil korban juga akan diperiksa.

“Kami juga memeriksa saksi diseputar TKP. Yang mana terduga pelaku duduk di warung dan sempat dipanggil. Dalam waktu singkat kami akan melakukan rekonstruksi untuk memperkuat bukti,” tegasnya.

Anggon menjelaskan, motif yang bersangkutan emosi yang timbul sesaat dan memuncak. Sebab, dihari yang sama terduga pelaku dua kali ke rumah korban dan dimaki dengan kata-kata kotor.

Saat akan pulang dan menyalakan motor, muncul amarah dari pelaku dan langsung kembali lagi ke rumah korban melewati pintu belakang. Tanpa, bicara terduga pelaku langsung memukul korban yang saat itu sedang berbaring.

“Unsur utamanya dendam. Setelah penganiayaan, terduga pelaku sempat mengambil barang seperti kalung dan dompet. Sementara kami terapkan pasal 338, tapi nanti dilihat perkembangan dalam penyidikan,” ungkap Anggon.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help