Pertamina Resmikan The New DPPU Supadio

Peresmian dihadiri langsung oleh Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra dan Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Pertamina Resmikan The New DPPU Supadio
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali (tengah) berbincang bersama Direktur pemasaran korporat PT.Pertamina,Basuki Trikora Putra (Tiko), dan Executive GM Angkasapura II Supadio, Jon Mukhtar saat peresmian Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Internasional Supadio, Jalan Arteri Supadio komplek Bandara Supadio, KM 17, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (1/10/2018). Pembangunan DPPU Supadio ini untuk meningkatkan kapasitas stok avtur Bandara Supadio dengan jumlah 3 tangki tegak berkapasitas 1.500 KL. DPPU Supadio Pontianak merupakan bagian dari 11 DPPU yang ada di seluruh Indonesia 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Tingkatkan pelayanan dan ketahanan stok bahan bakar jenis avtur di Bandara Internasional Supadio, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalimantan resmikan the new Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Supadio, Senin (1/10/2018).

Peresmian dihadiri langsung oleh Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra dan Bupati Kubu Raya Rusman Ali.

Baca: 2017 Terbitkan 9 Ribuan Lebih Izin Properti, Sektor Properti di Kubu Raya Tumbuh Pesat

Baca: Resmikan KPP Pratama Pontianak Timur, Ini Harapan Gubernur Sutarmidji

Lokasi DPPU Supadio baru ini berada di Jalan Arteri Supadio, berdekatan dengan area bandara komersial pindah dari lokasi sebelumnya yang berada di komplek TNI AU.

Basuki Trikora Putra yang akrab disapa Tiko ini menyampaikan pembaharuan DPPU Supadio ini merupakan 1 dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca: Diresmikan, DPPU Bandara Internasional Supadio Berkapasitas 1.500KL

Baca: DPPU Supadio Diresmikan, Ini Foto-fotonya

"Hal ini Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan. Dengan total investasi mencapai Rp 200 Milyar, keberadaan DPPU baru ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalimantan Barat," ujarnya.

Tentunya keberadaan DPPU ini diharapkan olehnya dapat bermanfaat bagi kepentingan penerbangan nantinya.

"Alhamdulillah hari ini proyek pembangunan DPPU Supadio dapat kami resmikan. Tidak hanya memberikan efek langsung bagi dunia penerbangan Indonesia, adanya DPPU Supadio baru ini mampu memberikan multiplier effect di berbagai aspek lain. Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang dapat dilayani oleh DPPU Supadio, tentunya akan menambah geliat pariwisata dan perdagangan di Kalimantan Barat," katanya.

Ia juga menjelaskan peningkatan kapasitas stok Avtur terbilang cukup signifikan setelah beroperasinya DPPU baru ini. Semula DPPU Supadio hanya dapat menampung bahan bakar avtur sekitar 1075 KL dan kini meningkat menjadi 1500 KL.

"Selain peningkatan daya tampung Pertamina juga menambah fasilitas pengisian berupa kendaraan refueler untuk kegiatan into plane operation yang diharapkan mampu mendukung operasional Bandara Internasional Supadio," ungkapnya

Dari sisi teknologi, ia mengatakan DPPU yang peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada 26 November 2016 ini pun telah menggunakan sistem operasi Terminal Automation System (TAS) terpusat pada control room yang terintegrasi ke seluruh instrumen sarana dan fasilitas penerimaan, penimbunan, serta penyaluran.

"Tahun lalu saja bandara ini dapat melayani hampir 4 juta penumpang, 9 maskapai, dan sekitar 15 destinasi domestik dan internasional. Ditambah lagi pertumbuhan penumpang bandara Supadio yang relatif tinggi sekitar 15 % per tahun, kami optimis keberadaan DPPU baru ini dapat menjawab dinamika tersebut," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved