Citizen Reporter
“GEMPA” Adakan Dialog Publik Dalam Rangka HUT ke-28
Bertambahnya wawasan dan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan dialog publik terkait bencana asap dirasakan oleh salah satu peserta
Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
Citizen Reporter
Lisnawati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - “GEMPA” FISIP UNTAN adakan Dialog Publik dalam rangka memperingati HUT Ke-28 di Aula Magister FISIP UNTAN, Jum’at (28/9/2018).
Kegiatan ini melibatkan peserta dari Mahasiswa Pencinta Alam Se-Kota Pontianak dan Mahasiswa Fisip Untan.
Baca: Polnep Tempel Ketat IKIP PGRI di Grup B
Baca: Mencicipi Kuliner di Kawasan Jl Teuku Umar Pontianak
“Membebaskan Kalimantan Barat dari Petaka Asap” menjadi tema dialog publik yang dilaksanakan oleh Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (GEMPA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil dekan III FISIP UNTAN dan acaranya dipandu moderator dari Duta Lingkungan Hidup Kota Pontianak tahun 2017.
Hadir sebagai pembicara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat dan Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat.
Muhammad Ihsan, selaku Ketua Pelaksana kegiatan Dialog Publik mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian sebagai mahasiswa pencinta alam terhadap kasus lingkungan khususnya terkait bencana asap yang masih menjadi dilema hingga saat ini.
“Dialog publik yang kami adakan ini bertujuan untuk mengajak saling peduli terkait masalah bencana asap dan tentunya untuk menambah wawasan bersama untuk lebih memahami persoalan asap yang selama ini terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, Hendrikus Adam menuturkan pentingnya untuk mengangkat topik seputar persoalan sosial dan lingkungan berkaitan dengan isu Karhutla dan bencana asap, terutama mahasiswa pencinta alam harus menjadi motor penggerak untuk mengajak peduli dalam menyikapi persoalan sosial kemasyarakatan dalam hubungannya dengan lingkungan hidup dan kebjikan yang sudah diatur.
Bertambahnya wawasan dan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan dialog publik terkait bencana asap dirasakan oleh salah satu peserta dari Cagar Gaspasi Mapala IKIP PGRI Pontianak, Wahyu Maruli, menyebutkan bahwa setelah kegiatan dialog berlangsung ia termotivasi dengan penyampaian materi yang disampaikan oleh pembicara dan siap untuk menjadi promotor lingkungan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Duta Lingkungan Hidup Kota Pontianak tahun 2017,Feliani mengatakan kegiatan ini baik dan positif karena informasi terkait soal asap sangat penting untuk diketahui oleh seluruh pihak terutama mahasiswa sebagai agen informasi.
“Kegiatan ini baik dan posistif, dapat menambah wawasan mahasiswa dan khususnya mahasiswa pencinta alam bisa menjadi promotor lingkungan serta bisa menggerakkan masyarakat,” tutupnya.