Sutarmidji Kaget, Biaya Perjalanan Dinas Pegawai Rp 220 Miliar

Masyarakat itu harus tahu anggaran yang dialokasikan itu untuk apa, jangan sampai disimpangkan

Sutarmidji Kaget, Biaya Perjalanan Dinas Pegawai Rp 220 Miliar
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Gubernur Kalimantan Barat terpilih 2018-2023 Sutarmidji saat diwawancarai awak media usai acara penyambutan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (6/8/2018) siang. Midji berjanji komitmenn menuntaskan janji-janji kampanye dan menegaskan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Barat akan dipergunakan untuk masyarakat secara adil dan merata. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalbar Sutarmidji dan Wakilnya Ria Norsan baru saja dilantik pertanggal 5 September 2018 lalu dan kini sudah mulai menunjukan gebraka-gebrakan baru untuk membawa perubahan dan kemajuan di Kalbar.

Midji berjanji akan membukan secara blak-blakan transparansi anggaran sehingga masyarakat mengetahui dan dapat berperan aktif dalam mengontrol pembangunan yang dilakukan.

"Masyarakat itu harus tahu anggaran yang dialokasikan itu untuk apa, jangan sampai disimpangkan lalu masyarakat tidak menikmati pembangunannya," ucap Sutarmidji, Minggu (16/9/2018).

Untuk membangun Kalbar yang maju, Midji akan merasioanalisasikan pos-pos anggaran yang dianggap tak berpihak pada kepentingan masyarakat dan tak berpihak untuk kemajuan.

Baca: Yusniarsyah Hadiri Saprahan Seperantauan di Kediaman OSO di Jakarta

Oleh karena itulah ia bersyukur dilakukan pelantikan lebih cepat dari jadwal semula, apabila pelantikan tak dilakukan, Rabu (5/9/2018) lalu, ia tak akan bisa mengetahui bahwa sebagian besar dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Kalbar tak mengakomodir dari visi-misi Midji-Norsan.

"Dalam penyusunan APBD bahkan KUA PPAS tidak ada konsultasi dengan saya," ucap Midji menjelaskan pada Tribun Pontianak.

Bahkan setelah ia mempelajari RKA 2019, ada bagian yang gerak Midji selaku Gubernur Kalbar dikunci agar tak merobah program yang tak sesuai dengan visi-misi mereka.

Baca: Sambut World Cleanup Day, Dinas dan Komunitas Gelar Aksi Bersih- bersih di Mempawah

"Bahkan ada Kabid di Bappeda, saya baru bisa intervensi di tahun 2020 nanti. Ini kerjaan gila, saya disuruh kerja untuk program yang tidak sesuai dengn visi misi kami," ungkapnya.

Tak hanya itu, Midji-Norsan juga telah dititiskan beban utang dari masa sebelumnya, namun dengan jeli Midji tegaskan ia tak mau melakukannya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved