Semarakkan World Clean Up Day 2018, Ratusan Orang Bersih-bersih di Tepi Sungai Kapuas

“Berarti kesadaran masyarakat khususnya anak muda Pontianak sudah semakin meningkat,

Semarakkan World Clean Up Day 2018, Ratusan Orang Bersih-bersih di Tepi Sungai Kapuas
ISTIMEWA
Gelaran Clean Up Day di Pasar Parit Besar dan di tepian Sungai Kapuas (Waterfront hingga sebelum Pelabuhan Senghie), Sabtu (15/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Pontianak kembali menggelar Clean Up Day di Pasar Parit Besar dan di tepian Sungai Kapuas (Waterfront hingga sebelum Pelabuhan Senghie), Sabtu (15/9/2018).

Jika tahun lalu penyelenggaraan aksi ini serentak se-Indonesia, maka aksi kali ini dilakukan bersama-sama di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, seluruh provinsi turut berpartisipasi dengan ratusan titik aksi dan jumlah volunteer sebanyak 3.378.524 relawan.

Pontianak tidak menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Kalbar yang menyemarakkan World Clean Up Day 2018. 

Baca: Genjot Jumlah Wisatawan Kunjungi Sambas, Ini Yang Akan Dilakukan Dinas Parpora

Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Melawi, Sanggau, Sintang,dan Kayong Utara turut berpartisipasi untuk mewujudkan target #Kami13Juta volunteer se-Indonesia.

“500 peserta yang berpartisipasi terbagi ke dua lokasi yang telah ditentukan. Partisipan terdiri atas 30 komunitas, himpunan, dan ormas serta 15 sekolah yang diwakili oleh Sispala dan Dewan Kerja Daerah Pramuka Kalbar," ujar Ketua Pelaksana World Clean Up Day Kalbar, Windy Chintia sebagaimana dikutip dari press rilis yang diterima Tribun, Minggu (16/9/2018).

Baca: Pintu Masuk Wisatawan Mancanegara, HIPMI Sambas Lirik Peluang Usah di Sektor Wisata 

Windy menyebutkan, kegiatan ini diinisiasi oleh Earth Hour Pontianak, Sea Soldier Pontianak, 
OI UPW Pontianak, dan Gerakan Senyum Kapuas, dimana komunitas-komunitas yang tergabung pada aksi di Pontianak berasal dari Hilo Green Community, Aksi Sedekah Pendidikan, 1000 Guru Kalbar, Angkuts, Buda’ Blogger Pontianak, Duta Lingkungan Hidup, Mapala Untan, Sylva Indonesia PC Untan, Himbio FKIP Untan, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Untan, Himpunan Mahasiswa Keperawatan Untan, Komunitas Pendaki Kalbar, West Borneo Deaf Community, Oksigen Khatulistiwa, UKM Seni Base Camp, Organik Pontianak, ENJ Kalbar, UKM Dayung Untan, Junsang Crew, KOPASKHA, KBPS, UNU Kalbar, Damkar Suwignyo, Damkar Swadesi Borneo, TAGANA Kota Pontianak,Djelajah Borneo, Himageo IKIP-PGRI Pontianak, Komeng-Selma, Berbagi Nasi Pontianak, serta berbagai Sispala yang ada di Pontianak.

Jumlah peserta ini meningkat dua kali lipat  dibandingkan Clean Up Day 2017 lalu.

“Berarti kesadaran masyarakat khususnya anak muda Pontianak sudah semakin meningkat, dan sudah saatnya anak muda Pontianak tidak hanya nampang saja namun langsung melakukan aksi nyata," ungkap Windy yang juga Koordinator Earth Hour Pontianak ini.

“Kami sedang mengumpulkan data dari berbagai Kabupaten di Kalbar yang berpartisipasi dalam World Clean Up Day 2018 baik untuk jumlah relawan yang hadir, jumlah sampah yang diangkat, serta komunitas dan lembaga apa saja yang berpartisipasi dalam kegiatan ini,” sambung Windy.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help