Rupiah Melemah, Harga Tempe di Kubu Raya Naik 20 Persen

Diakui oleh Nora untuk UMKM sudah selayaknya mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil.

Rupiah Melemah, Harga Tempe di Kubu Raya Naik 20 Persen
TribunWow.com
tempe 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Melemahnya rupiah diakui oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Nora Sari Arani belum terlalu berdampak pada harga sembako di Kubu Raya.

Namun memang diakuinya untuk produk olahan yang bahan bakunya berasal dari luar memang telah terjadi kenaikan.

"Kalau sembako belum berpengaruh tetapi produksi tempe yang menggunakan kedelai impor sudah berpengaruh. Harga tempe sudah naik 20 persen dengan jumlah produksi berkurang," ujarnya.

Baca: Pemkab Akui Pelemahan Rupiah Berimbas Pada Investasi di Sektor Perumahan di Kubu Raya

Baca: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Daerah, Hermanus Sebut Pemkab Lakukan Hal Ini Tekan Inflasi

Diakui oleh Nora untuk UMKM sudah selayaknya mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil.

"UMKM harus mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat seperti pedagang agar menjual produk gula, minyak goreng, beras sesuai HET. Untuk sektor lain Pemda boleh mengatur penetapan harga maksimum untuk ongkos angkut baik darat maupun sungai, sedangkan ongkos angkutan udara perlu diatur pemerintah pusat tentang penerapan harga batas atas dan batas bawah agar maskapai penerbangan menjual tiket dengan harga yang rasional," katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih mencintai produk dalam negeri khusunya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Khusus masyarakat atau konsumen agar lebih mencintai produk dalam negeri, barang barang yang bahan bakunya dari impor pasti tinggi harganya karena rupiah yang melemah, dan dollar terus meningkat," tuturnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help