Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Antusias Susuri Jejak Sejarah Dengan Perahu Wisata

Para peserta mengunjungi lokasi tersebut dengan cara menyusuri sungai kapuas menggunakan perahu wisata.

Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Antusias Susuri Jejak Sejarah Dengan Perahu Wisata
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HAMDAN
Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak bersama dengan Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak lakukan lawatan sejarah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Pontianak. Minggu (16/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ratusan Siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak bersama dengan Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak lakukan lawatan sejarah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Pontianak. Minggu (16/9/2018)

Beberapa lokasi yang di kunjungi di antaranya Komplek Pemakaman Batu Layang, Tugu Khatulistiwa, Masjid Jami Sultan Abdurrahman, dan Istana Kadriah Pontianak.

Baca: Hal-hal Penting yang Perlu Diperhatikan Agar Terhindar dari Kebosanan Belajar di Kelas

Baca: SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Lakukan Trip Wisata Air di Pontianak

Para peserta mengunjungi lokasi tersebut dengan cara menyusuri sungai kapuas menggunakan perahu wisata.

Rute yang dilalui dimulai dari Alun-alun Kapuas dan berakhir di Istana Kadriah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Ahmad Muhpahir mengatakan kegiatan lawatan sejarah secara berkala rutin dilakukan oleh SMA Muhammadiyah 1 Pontianak guna guna menggugah kesadaran dan meningkatkan pengetahuam sisawa akan sejarah Pontianak.

"Proses belajar mengajar tidak selamanya harus dilaksanakan didalam kelas, akan tetapi ada juga proses belajaran dilakukan lapangan," ujarnya.

Ia mengatakan jika proses pembelajaran dilakukan dalam kelas merupakan teori akan tetapi saat dilapangan selain mendapatkan materi teori secara otomatisi akan mendapat pemahaman dengan melihat langsung benda dan jejak peninggalan sejarah.

"Kita harapkan kepada anak-anak sebagai generasi baru harus paham terhadap sejarah Pontianak. Oleh karena itu kami merasa berkewajiban memberikan dan memfasilitasi terhadap siswa tentang muatan-muatan sejarah Pontianak," ujarnya.

Ia menambahkan tidak hanya pada pengenalan terhadap pemahaman sejarah pontianak, pihaknya juga secara terprogram melakukan lawatan sejarah kepada jejak sejarah di wilayah Kalbar.

"Dengan konsep menjelajahi jejak sejarah seperti ini para siswa lebih kuat daya tariknya dan cendrung terus mencari informasi baru khususnya soal sejarah," ujarnya.

Sementara itu, salah satu siswa SMA Muhammadiyah 1 Pontianak yang ikut serta dalam lawatan sejarah Muhammad Bayu mangaku sangat senang mengikuti agenda menyusuri sungai kapuas, hal tersebut membuat wawasanya bertambah akan sejarah Pontianak.

"Kegiatannye sih suke, nambah wawasan nambah ilmu tentang pontianak dan sejarahnya," ujarnya.

Siswa kelas X dan juga putra bungsu Gubernur Kalbar itu juga sangat menikmati perjalanan menyusuri sungai kapuas dengan perahu wisata. Ada banyak hal yang bisa dilhat seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan laut pontianak, hingga melihat langsung dari dekat makam pendiri kota pontianak di Komplek Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang.

"Jika ditanya soal suke atau tidak dengan pelajaran sejarah, suke karena pelajaran itu dapat menambah wawasan," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved