DPRD Kalbar Apresiasi Pengagalan Perdagangan Satwa Liar Kucing Kuwuk

Penindakan tegas, kata dia, sangat diperlukan oleh pihak kepolisian agar praktik-praktik serupa tidak terulang kembali

DPRD Kalbar Apresiasi Pengagalan Perdagangan Satwa Liar Kucing Kuwuk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SAHIRUL HAKIM
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Kadri Amd 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota DPRD Kalbar Kadri memberikan apresiasi kepada Anggota Subdit IV Direskrimsus Polda Kalbar yang telah berhasil gagalkan aktivitas perdagangan satwa liar jenis kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) pada Kamis (13/9/2018).

“Saya berikan apresiasi lah. Sudah selayaknya aktivitas perdagangan satwa liar lindungi itu ditindak tegas,” ungkapnya. 

Baca: Kurangi Defisit APBD 2018 Provinsi Kalbar, DPRD Kalbar Batalkan Perjalanan Dinas ke Luar Negeri  

Baca: Pengesahan APBD-P 2018 Belum Ada Titik Temu, Ini Kata Sutarmidji

Penindakan tegas, kata dia, sangat diperlukan oleh pihak kepolisian agar praktik-praktik serupa tidak terulang kembali pada masa yang akan datang.

“Saya harap tidak berhenti sampai di sini saja. Lakukan penindakan-penindakan selanjutnya terhadap segala kemungkinan perdagangan satwa liar dilindungi. Tidak hanya kucing kuwuk saja, semua satwa liar dilindungi. Termasuk satwa liar endemik Kalbar,” terangnya.

Ia menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian tentunya sudah mengeluarkan aturan tegas berikut sanksinya kepada oknum masyarakat yang melanggar Undang-Undang Konservasi Satwa Liar yang dilindungi.

“Penerapan tindakan tegas agar ada efek jera,” katanya.

Tidak hanya berharap kepada kepolisian, ia juga berharap peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar, apalagi memperjualbelikan.

“Karena tidak menutup kemungkinan masih ada masyarakat yang tidak tahu dan belum paham,” imbuhnya.

Ia meminta masyarakat untuk melaporkan kepada pihak terkait apabila ditemui masyarakat memelihara satwa liar dilindungi, termasuk jika ditemui aktivitas perdagangannya.

“Laporkan saja. Kita harus paham dan sadar bahwa semakin hari populasi satwa liar terus mengalami penurunan dari hari ke hari. Kita harus mendukung komitmen konservasi agar satwa liar dilindungi tetap lestari di masa-masa mendatang. Sehingga, anak-anak cucu kita masih bisa melihatnya nanti. Tidak hanya sekedar tahu nama saja. Tapi mereka bisa melihatnya,” tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help