Dorong Even Ajaibnye Tugu Khatulistiwe, PHRI; Sudah Waktunya Usung Konsep Baru

Jika kali ini pemerintah lebih menekankan edukasi, Yuliardi menyakini masih banyak potensi lain yang belum digali.

Dorong Even Ajaibnye Tugu Khatulistiwe, PHRI; Sudah Waktunya Usung Konsep Baru
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar, Yuliardi Qamal 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pemuda, Olahargara dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak memastikan peringatan kulminasi matahari 19 - 23 September 2018 akan lebih spektakuler. Even ini dikemas dalam kegiatan Lintas Kulminasi "Ajaibnye Tugu Khatulistiwe".

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalbar Yuliardi Qamal mengatakan untuk menggairahkan pariwisata Kota Pontianak sudah waktunya mengusung konsep baru. "Sehingga orang jadi tertarik untuk datang menyaksikan titik kulminasi nanti," ujar Yuliardi, Minggu (15/9/2018).

Baca: Lewat Sepakbola, Bupati Sintang Turun Langsung Memasyarakatkan Olahraga

Baca: Saprahan Di Rumah OSO, Midji Janji Segera Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Kalbar

Jika kali ini pemerintah lebih menekankan edukasi, Yuliardi menyakini masih banyak potensi lain yang belum digali.

"Kita ketahui dari fenomena alam terjadi di titik kulminasi ini banyak hal menarik. Apalagi instansi yang ikut menjadi bagian adalah instansi yang berwenang dan dan dapat dipercayai sumbernya yaitu dari LAPAN," ungkapnya.

Kedepan kata Yuliardi, Dispora serta panitia terkait lain bisa membuat suatu terobosan. Misalnya dengan mengundang ilmuan dunia untuk meneliti fenomena alam apa saja yang bisa di gali dari kejadian titik kulminasi ini.

"Misal kan pengaruh pada kehidupan manusianya sendiri, hewan maupun tumbuhannya. Karena setahu saya tanaman lidah buaya yang tumbuh di area tugu dan sekitarnya mempunyai berat yang luar biasa. Apakah itu juga efek dari kuliminasi," ungkapnya.

Meski sederhana hal demikian kata Yuliardi perlu di adakan penelitian oleh ilmuan.

"Kita perlu mengundang peneliti untuk menelitinya. Sehingga hal ini menjadi menarik dan memancing wisatawan untuk datang ke Pontianak dan akan berimbas ke kunjungan ke Kalbar," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help