Yayasan Titian Lestari Apresiasi Ditreskrimsus Polda Kalbar Gagalkan Perdagangan Satwa dilindungi

Terkait Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar berhasil menggagalkan perdagangan satwa liar jenis kucing kuwuk

Yayasan Titian Lestari Apresiasi Ditreskrimsus Polda Kalbar Gagalkan Perdagangan Satwa dilindungi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar saat akan mengamankan 4 ekor kucing kuwuk di Peniti kab Mempawah 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait Anggota Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kalbar berhasil menggagalkan perdagangan satwa liar jenis kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) pada Kamis (13/9) Kemarin, Yayasan Titian Lestari memberikan apresiasi.

Direktur Yayasan TITIAN Lestari, Sulhani memberikan apresiasi pada anggota Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Kalbar atas upaya penegakan hukum terhadap satwa liar dilindungi.

"Berdasarkan laporan dari warga sekitar bahwa pelaku YS sebagai penjual satwa liar dan memang kerap kali menjual jenis kucing kuwuk di kios miliknya.‎"Ujarnya pada Jumat (14/9) dalam siaran persnya.

Baca: 39 Mantan Warga Binaan Dapat Bantuan Usaha Rp 5 Juta dari Kementerian Sosial

Dia juga berharap kedepannya perlu ada sinergisitas antar instansi yang berwenang untuk melakukan pendekatan hukum terhadap pelaku tindak pidana satwa liar secara multi door.

"Kalau berbicara persoalan satwa liar dilindungi, bahwa tidak dapat hanya mengacu kepada undang-undang no. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistem saja yang mana hanya menjadi tanggung jawab Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK), Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (BKSDAE) dan Kepolisian saja. "Ujarnya.

Lanjutnya, Tetapi juga ada instansi lain yang juga memiliki tanggung jawab yang sama seperti dinas karantina, dinas kelautan dan perikanan, bea cukai dan pemerintah daerah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis) diketahui dapat hidup hingga umur 15 tahun, namun kehilangan giginya menginjak umur 8-10 tahun.

Betina Prionailurus bengalensis dapat melahirkan 1-4 anak kucing dengan masa kehamilan 56-70 hari.

Populasi Prionailurus bengalensis di Jepang (Pulau Tsushima) diperkirakan kurang dari 100 individu, berkurang dari 200-300 individu yang diperkirakan ada di tahun 1960-1970s.

Sedangkan homerangenya berdasarkan penelitian di Thailand dan Borneo mencapai rata-rata luas 3,5 – 4,5 km2.‎

Kucing kuwuk merupakan jenis satwa liar dilindungi di Indonesia berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tenteng konservasi sumber daya alam dan ekosistem dan dalam PERATURAN MENTERI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 TENTANG JENIS TUMBUHAN DAN SATWA YANG DILINDUNGI berada pada daftar mamalia no urut 58. Status keterancamannya berdasarkan IUCN Red List adalah Least Concern, sedangkan dalam CITES termasuk kedalam Appendix II.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved