Pemkot Singkawang Harap Bantuan Kemensos Jadikan BWBP Hidup Mandiri

Ada 39 BWBP di kota Singkawang yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Dalam pemanfaatannya

Pemkot Singkawang Harap Bantuan Kemensos Jadikan BWBP Hidup Mandiri
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kementerian Sosial RI memberikan bimbingan sosial dan keterampilan kepada puluhan bekas warga binaan pemasyarakatan (BWBP) untuk program usaha kemandirian tahun 2018, di Aula Bumi Bertuah, Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kementerian Sosial RI memberikan bimbingan sosial dan keterampilan kepada puluhan bekas warga binaan pemasyarakatan (BWBP) untuk program usaha kemandirian tahun 2018, di Aula Bumi Bertuah, Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Jumat (14/9/2018).

Ada 39 BWBP di kota Singkawang yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta. Dalam pemanfaatannya, akan ada pendampingan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Menggapai Asa untuk menemani mereka dalam berbelanja barang-barang yang dibutuhkan sesuai dengan proposal yang diusulkan ke Kementerian RI.

Baca: LKS Menggapai Asa Akan Dampingi BWBP Singkawang Belanjakan Bantuan Rp 5 Juta

"Kami atas nama Pemkot Singkawang memberikan apresiasi terhadap LKS Menggapai Asa yang sangat peduli terhadap BWBP sehingga dapat mewujudkan program kegiatan untuk membantu para BWBP dalam peningkatan penghasilan ekonomi keluarga dengan usaha ekonomi produktif sesuai kemampuan dan minat serta hobby yang dimiliki oleh masing-masing BWBP," ucap Kepala Bidang Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Singkawang, Agus Purnomo.

Menurutnya, LKS Menggapai Asa merupakan LKS yang peduli terhadap para BWBP di tingkat Provinsi Kalbar. Apalagi bekas warga binaan pemasyarakatan sangat membutuhkan sentuhan pendampingan, pembinaan dan rehabilitasi sosial.

Sehingga keberadaannya tentu sangat dibutuhkan oleh para BWBP maupun Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang lain.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada kepedulian Kementerian Sosial dalam upaya menciptakan perubahan sosial bagi BWBP melalui program pemberian modal usaha dan bimbingan keterampilan.

Bantuan ini dapat membuat para BWBP hidup mandiri yang akhirnya akan berdampak positif dan menghilangkan stigma di masyarakat atas status yang selama ini mereka sandang sebagai mantan napi.

"Serta bisa menunjukkan kemampuan para BWBP dan perilaku yang baik, sehingga menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat di sekitar para BWBP tinggal," harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help