Pembahasan APBD Perubahan Kota Pontianak Deadlock, Edi Kamtono Sampaikan Alasannya

Pembahasan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 antara pihak Eksekutif dan Legislatif menemui titik deadlock

Pembahasan APBD Perubahan Kota Pontianak Deadlock, Edi Kamtono Sampaikan Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Pembahasan Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 antara pihak Eksekutif dan Legislatif menemui titik deadlock atau belum ada kesepakatan pada pembahasan yang dilakukan beberapa hari lalu.

Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebutkan Rancangan Perubahan APBD Kota Pontianak, sebetulnya sudah disampaikan oleh Sutarmidji saat masih menjabat Wali Kota Pontianak beberapa wawaktu lalu sebelum ia dilantik sebagai Gubernur Kalbar.

Baca: Tjhai Chui Mie Resmikan Gedung Baru RS Santo Vincentius

Setelah pidato penyampaian dari wali kota, maka setelah itu ada pandangan fraksi dan pemerintah kota. Kemudian jawabannya serta dilanjutkan lagi dengan tim badan anggaran eksekutif dan legislatif membahas setiap pos anggaran yang ada.

"Nah cuma ada satu dan lain hal, sehingga terjadi deadlock kemaren. Deadlock ini karena waktu yang telah ditentukan tidak cukup dan sudah direncanakan katanyanya akan dilanjutkan lagi pada tanggal 18 - 19 September untuk pembahasannya," ucap Edi Kamtono menanggapi pembahasan APBD Perubahan yang belum menemui titik temu antar Pemkot Pontianak dan DPRD setempat, Jumat (14/9/2018).

Edi berharap pembahasan dan pengesahan APBD Perubahan 2018 bisa lebih cepat, jika bisa ia ingin dalam minggu depan bisa selesai pengesahannya.

Dengan disahkannya APBD Perubahan 2018, maka pihak Pemerintah Kota Pontianak bisa konsentrasi di Rancangan APBD 2019 mendatang.

"Deadlock itu karena waktunya habis, awalnya ditetapkan tiga hari tapi belum selesai dan dilanjutkan lagi," tambahnya.

Edi menyakinkan secara umum tidak ada pergeseran anggaran. Tapi ada beberapa yang dilakukan penyesuaian.

"Artinya melengkapi, mengoreksi dan menambah," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved