Pemilu 2019

Abdul Qodir Jaelani: Pemilu 2019 Jangan Sampai Rakyat Terjebak Dalam Situasi Permusuhan

Rektor Balai Kopi Abdul Qodir Jaelani menilai pertarungan politik di tahun 2019 nanti merupakan pertarungan eloktoral

Abdul Qodir Jaelani: Pemilu 2019 Jangan Sampai Rakyat Terjebak Dalam Situasi Permusuhan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA
KPU Provinsi Kalbar menggelar rapat pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2019 di Hotel Aston Pontianak, Kamis (30/08/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rektor Balai Kopi Abdul Qodir Jaelani menilai pertarungan politik di tahun 2019 nanti merupakan pertarungan eloktoral, sehingga konfigurasi antar kubu peserta pemilu sangat ditentukan oleh irisan dari kepentingan, dan kepentingan tersebut sangat berpengaruh dengan para elit yang bertarung.

Menurutnya sangat sedikit sekali berbicara soal kepentingan rakyat. Oleh karena itu, seluruh rakyat Indonesia yang berada pada posisi pemilih jangan sampai terjebak dalam situasi permusuhan.

Baca: Mahkamah Agung (MA) Putuskan Mantan Narapidana Korupsi Boleh Jadi Calon Anggota Legislatif

"Masyarakat jangan sampai hanya menjadi obyek politik akan tetapi perlu menjadi subyek dari politik. Masyarakat tentu bisa menjadi sebagai subyek politik apabila mereka mengedepankan akal sehatnya," ujarnya.

Ia mengatakan dalam konsep menentukan pilihan ada kelompok masyarakat tertentu yang dalam menentukan pilihanya dengan menggunakan aspek kognitifnya. Melalui proses berfikir, menganalisa, mencermati dan menimbang berbasiskan data dan argumentasi.

Namun ada juga kelompok masyarakat yang menentukan pilihan didasari aspek afektif dengan menyentuh sisi emosionalnya.

Dalam menentukan pilihan mereka bukan karena rasionalitas yang dimiliki, akan tetapi karena sentimen negatif.

"Para pemuda tentu harus berada pada kategori pemiliu yang pertama yakni pemilih yang selalu mengedepankan aspek kognitif bukan aspek afektif," ujarnya.

Ia menambahkan politik tentunya harus dapat ditempatkan sebagai industri pemikiran. Sehingga dapat ditampikan akan banyak bursa wacana yang memperkaya ruang dialog antar masyarakat. Kemudian wacana tersebut dapat dibangun dengan dua hal yakni data dan argumentasi. Argumentasi itu dibangun dengan proses dengan logika yang benar.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help