Sidang Adjudikasi Dugaan Pemalsuan Surat Kesehatan, Ini Tuntutan Para Bacaleg

Sidang beragendakan pembacaan permohonan pemohon dan jawaban termohon ini berlangsung selama kurang lebih lima jam

Sidang Adjudikasi Dugaan Pemalsuan Surat Kesehatan, Ini Tuntutan Para Bacaleg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Ketua KPU Kayong Utara, Rudi Handoko seorang diri menghadiri sidang adjudikasi penyelesaian sengketa sejumlah Bacaleg yang diduga memalsukan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang di Kantor Bawaslu Kayong Utara, Sukadana, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Bawaslu Kayong Utara menggelar sidang adjudikasi penyelesaian sengketa sejumlah Bacaleg yang diduga memalsukan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang di Kantor Bawaslu Kayong Utara, Sukadana, Rabu (12/9/2018).

Sidang beragendakan pembacaan permohonan pemohon dan jawaban termohon ini berlangsung selama kurang lebih lima jam.

Baca: Komentar Store Manager Gramedia Usai Juara Oetama Cup

Baca: Potensi Kegandaan DPT, Ini Penjelasan Komisioner KPU Kalbar

Ketua Bawaslu Kayong Utara, Khosen mengungkapkan, para Bacaleg ini mengajukan permohonan agar KPU Kayong Utara membatalkan Berita Acara (BA) terkait penggantian Bacaleg bermasalah, terutama yang berkenaan dengan persoalan SKBS.

"Yang kedua menginginkan bahwa dari lima partai itu bahwa hak politik dari partai masing-masing itu dikembalikan, itu saja," katanya.

Ia memaparkan, dari total 23 Bacaleg yang diduga melanggar aturan penyelenggaraan Pemilu itu, hanya 15 diantaranya yang mengajukan permohonan sengketa ke Bawaslu Kayong Utara.

Adapun, para Bacaleg itu terbagi atas lima Parpol, yakni Partai Golkar (5 orang), Hanura (5 orang) Demokrat (4 orang) serta PKS dan Nasdem masing-masing satu orang.

Sidang akan kembali dilanjutkan pada Kamis (13/9/2018) dengan agenda menghadirkan para saksi. Sedangkan putusan persidangan diperkirakan akan dibacakan pada 18 atau 19 September 2018.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help