Berita Video

Potensi Kegandaan DPT, Ini Penjelasan Komisioner KPU Kalbar

Ia menuturkan, apa yang dilakukan pihaknya dalam hal ini KPU cukup baik karena banyak data ditemukan diparpol tunggal

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Divisi Program dan Data KPU Provinsi Kalbar, Zainab membenarkan adanya potensi kegandaan DPT. Maka dari itu, ia pun menuturkan pihaknya bersama Bawaslu dan Parpol melakukan pencermatan serta akan direkap pada Jumat (14/09/2018) yang akan datang.

Sebelumnya, Zainab pun mengatakan, pada saat pihaknya pleno ditingkat pusat, saat penetapan DPT untuk Pilpres 2019 kemarin memang sempat alot. 

Baca: Masih Ditemukan Potensi Kegandaan DPT, Ini Kata Pokja

Baca: Potensi DPT Ganda Capai 16 Ribu, Bawaslu Lakukan Pengawasan Berjenjang

Diterangkannya, ada dua masukan yang pertama dari parpol dan kedua Bawaslu. Pada saat itu memang parpol mengajukan data potensi ganda 25 juta se-Indonesia, sedangkan Bawaslu sekitar 131 ribu dengan sampel 76 kabupaten kota.

Berdasarkan itu kemudian DPT ditetapkan dengan beberapa catatan, catatan itu dituangkan dalam Surat Edaran KPU RI kemudian diturunkan KPU Provinsi dalam bentuk nomor 1033 terkait penyempurnaan DPT.

"Dari 25 juta data ini, ternyata Kalbar kebagian juga. Kemarin kami menerima dari RI, masukan dari parpol 875.344 data, yang merupakan data masukan dari PKS. Data ini sekarang sudah kami sampaikan ke kabupaten kota untuk dilakukan tracking ulang. Kami lakukan tracking ulang karena memang penafsiran potensi ganda terhadap data kami agak berbeda, dan dari data ini kami harus memastikan bahwa dasar data yang oleh parpol ialah DPT yang sudah ditetapkan ditingkat Provinsi Kalbar," ungkapnya, Rabu (12/09/2018).

Zainab mengatakan, pihaknya menyampaikan data setelah pleno ditingkat provinsi.

"Data dari kami berbintang, mulai dari NKK, NIK dan tahun lahir. Jadi tiga elemen ini berbintang. Data yang disampaikan ke kami oleh parpol bintangnya hanya ada di NIK.Kemudian, setelah kami lakukan tracking ditingkat kabupaten kota memang ada beberapa temuan yang menurut kami sangat tidak masuk akal," katanya.

Satu diantara contohnya, kata Zainab, di Kapuas Hulu yang dilakukan tracking oleh KPU Kabupaten, ternyata nama orang tersebut di DPT tidak ganda, tapi di data yang disampaikan parpol bisa mencapai 180x penggandaan.

Ia menuturkan, apa yang dilakukan pihaknya dalam hal ini KPU cukup baik karena banyak data ditemukan diparpol tunggal, dan KPU juga tunggal, artinya clear tidak ada kegandaan sehingga memang, kata dia, pihaknya tidak tau data yang dijadikan dasar oleh parpol kemudian disampaikan masukan ke KPU data yang mana.

Diterangkan Zainab pula, Pada 10 September pukul 20.00 WIB pihaknya melakukan rapat koordinasi dan pencermatan bersama KPU, Bawaslu dan Parpol serta dihadiri oleh Kadisdukcapil Provinsi Kalbar. 

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved