Ketentuan Pemberitaan Anak Dalam Media

Wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik

Ketentuan Pemberitaan Anak Dalam Media
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hallo Tribun, sebagai pembaca setia Tribun saya sering penasaran kalau ada berita yang korban atau pelakunya tidak ada keterangan siapa dan terutama dimana kejadiannya. Sebenarnya kenapa ya harus disembunyikan, apakah masyarakat tidak punya hak atas informasi yang bersangkutan? Terima kasih sebelumnya. 
08135289xxxx

Baca: Kondisi Kemacetan yang Kerap Terjadi di Jembatan Landak

Baca: LIVE STREAMING Bhayangkara FC Vs Perseru Liga 1 di Ochannel: Tuan Rumah Sementara Unggul

Terima kasih juga sudah bertanya, untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.

Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik diantara bahwa Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Selain itu, jika mengacu pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012 pasal 43 ayat g disebutkan bahwa :

Program siaran bermuatan kekerasan dan atau kejahatan maka program Jurnalistik wajib menyemarkan gambar wajah dan identitas pelaku, korban, dan keluarga 
pelaku kejahatan yang pelaku maupun korbannya adalah anak di bawah 
umur.

Susanti
Kepala Bidang Partisipasi Media Cetak, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI

Penulis: Bella
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help