Hingga Saat Ini, Dinkes Singkawang Terima Laporan 317 Kasus Suspect Hepatitis A  

Namun untuk memastikannya secara uji laboratorium, saat ini sampel tersebut dibawa ke Jakarta untuk diuji kembali.

Hingga Saat Ini, Dinkes Singkawang Terima Laporan 317 Kasus Suspect Hepatitis A  
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Kismed 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebanyak 37 penderita yang suspect hepatitis A dinyatakan positif dari hasil uji laboratorium pada 71 sampel yang telah diambil Tim Kemenkes RI.

Namun untuk memastikannya secara uji laboratorium, saat ini sampel tersebut dibawa ke Jakarta untuk diuji kembali.

Baca: Potensi Kegandaan DPT, Ini Penjelasan Komisioner KPU Kalbar

Baca: Tercatat 21 Pasien Suspect Hepatitis A Jalani Rawat Inap di RSUD dr Abdul Aziz Singkawang

“Data yang masuk ke kami hari ini sebanyak 317 kasus suspect, dan laporan kita dengan Bu Wali pada Senin kemarin baru 262, jadi ada tambahan sekitar 55 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, Akhmad Kismed, Rabu (12/9/2018).

Dari data sebelumnya sebanyak 262 suspect, namun terverifikasi baru 166 suspect dan terkonfirmasi sebanyak 99 suspect.

Dari 99 suspect hepatitits A, diambil sampel darah sebanyak 71. Kemudian dilakukan uji laboratorium dan didapatkan hasil positif pada 37 sampel.

"Jadi ada sekitar 50 persen dari 71 sampel yang dilakukan uji lab Tim dari Kemenkes RI yang saat ini dibawa untuk uji laboratorium di Jakarta,” katanya.

Masuknya jumlah data yang lumayan besar sebelumnya, bukan berarti semua terkena hepatitis A.

Ketika mereka masuk di rumah sakit atau Puskesmas, dan sebelumnya dianggap suspect, ternyata ketika di periksa secara klinis oleh dokter bukan suspect hepatitis, namun terkena penyakit lain.

“Jadi kami harus melakukan verifikasi kembali data tersebut, dan memang kendala kita pada saat uji laboratorium harus ke Pontianak di Singkawang tidak ada alat labnya,” tuturnya.

Kismed mengimbau agar masyarakat selalu menggunakan air bersih dan sedapat mungkin air bersih terjamin kualitasnya.

”Jadi tidak sembarangan air yang dipakai untuk konsumsi, harus betul-betul dimasak sampai mendidih,” ucapnya.

Dia juga menyarankan agar selalu mencuci tangan baik sebelum makan, sesudah makan atau pada saat memasak makanan.

”Juga membiasakan mencuci tangan sesudah buang air besar dan menggunakan sabun antiseptik,” pesannya. 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help