6 Kebiasaan Orang yang Tinggal di Negara-Negara Paling Bahagia di Dunia, Wajib Coba!
Jika ada satu kesamaan yang dimiliki banyak orang, mereka hanya ingin bahagia.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Tri Pandito Wibowo
Laporan wartawan Tribunpontianak.co.id, Listya Sekar Siwi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Jika ada satu kesamaan yang dimiliki banyak orang, mereka hanya ingin bahagia.
Kita semua memiliki pendapat berbeda tentang apa yang membuat kita merasa senang, tetapi ternyata orang-orang di tempat tertentu mungkin memiliki ide yang lebih baik daripada yang lain.
Ada sejumlah kebiasaan orang-orang yang tinggal di negara - negara paling bahagia di dunia memiliki kesamaan, dan meniru apa yang mereka lakukan dapat membantu mencapai kepuasan yang lebih besar dalam kehidupan.
Baca: IPHI Kabupaten Sambas Gelar Musda
Baca: Banyak Yang Penasaran, Ternyata Saat Peluk Jokowi-Prabowo Subianto, Pesilat Hanifan Bisikan Ini!
Baca: Titik Hotspot Kembali Terpantau di Kalbar, Tercatat 104 Titik Hotspot
Ketika menyangkut kebahagiaan, ada beberapa faktor umum untuk mencapainya, termasuk koneksi sosial, kesehatan, dan sikap tertentu tentang kehidupan.
Menurut laporan 2018 World Happiness , yang dirilis oleh United Nations Sustainable Development Solutions Network, beberapa negara paling bahagia termasuk Finlandia, Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, dan Belanda.
Amerika Serikat tidak benar-benar mendekati puncak daftar.
Negara-negara lain yang termasuk dalam 10 besar termasuk Swedia, Kanada, Selandia Baru, dan Australia.
Baca: Tatap Kejurnas Sport Climbing di Riau, FPTI Kalbar Akan Jaring Atlet
Baca: Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Midji-Norsan, Ini Harapan Suma Jenny
Baca: Gunakan Kebaya Biru Muda, Lismaryani Susul Sutarmidji di Istana Negara
Meskipun kita semua berasal dari latar belakang yang berbeda dan memiliki minat yang berbeda, ada beberapa kebiasaan yang secara universal membuat kita merasa lebih baik.
Dilansir dari Bustle, berikut adalah enam kebiasaan orang yang tinggal di negara-negara paling bahagia di dunia.
1. Mereka Mengambil Liburan

Pekerjaan penting untuk kesejahteraan manusia tetapi di negara-negara bahagia, mereka memanfaatkan waktu istirahat .
Liburan ini memungkinkan orang untuk menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan keluarga, keluar dari kesibukan sehari-hari untuk berhubungan kembali dengan hobi dan minat, dan mendorong orang untuk menjalani kehidupan yang konsisten dengan nilai-nilai selain hanya bekerja.
Baca: Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Midji-Norsan, Ini Harapan Suma Jenny
Baca: Selamat Datang Wakil Gubernur Baru, Ria Norsan dari Mekkah ke Istana Negara
2. Mereka Berjalan Atau Bike To Work

Orang-orang di negara paling bahagia cenderung aktif tanpa memandang latihan mereka sebagai tugas.
Olahraga telah terbukti memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi gejala depresi dan kecemasan bahkan ketika tidak dikombinasikan dengan terapi atau obat-obatan psikiatri.
Baca: Pastor Pius Barces CP Pimpin Ekaristi BKSN dan Pergatian Pastor Kepala Paroki St Agustinus
Baca: PKK Singkawang Ikuti Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat provinsi Kalbar
Baca: Tatap Kejurnas Sport Climbing di Riau, FPTI Kalbar Akan Jaring Atlet

Diet memainkan peran dalam kesehatan mental , dan negara-negara yang memiliki tingkat kebahagiaan tinggi cenderung makan dengan cara tertentu, terutama Diet Mediterania.
"Banyak ikan, kacang-kacangan dan minyak zaitun yang baik tampaknya sangat membantu meningkatkan mood Anda dan mencegah penyakit Alzheimer," kata Dr. Alan Schlechter , asisten profesor klinis di Departemen Psikiatri Anak dan Remaja di NYU Langone Health.
Baca: Pastor Pius Barces CP Pimpin Ekaristi BKSN dan Pergatian Pastor Kepala Paroki St Agustinus
Baca: Ini Harapan GP Ansor Sanggau Kepada Midji-Norsan
Baca: Inilah Kesalahan Sutopo, Pejabat Tinggi BNPB yang Dijatuhi Sanksi Hukum Adat Dayak
