Minimalisir Karhutla di Kabupaten Sambas, Bupati Ajak Petani Tidak Bakar Laham
Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sambas.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sambas.
Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili dan Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo mengajak petani untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Bupati Sambas Atbah mengatakan, untuk petani-petani di Kabupaten Sambas, jangan sampai pada saat menggarap lahan pertanian membukanya dengan cara membakar lahan.
"Saya meminta petani untuk tidak lagi membakar lahan, terutama pada saat musim kemarau seperti ini, sebab dapat menyebabkan kebakaran hutan dan kabut asap yang bisa membayangkan kesehatan seluruh masyarakat," ujarnya, saat acara tatap muka Forkompinda Kabupaten Sambas bersama masyarakat Selaku Timur, Senin (3/09/2018) di Kantor Desa Seranggam.
Baca: Guncangan Bukit Loncek Hebohkan Warga Teluk Bakung
Untuk diketahui, saat ini Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur dijadikan sebagai pilot projek Desa tanpa titik api ketiga setelah Kecamatan Jawai dan Kecamatan Teluk Keramat.
Untuk itu, Bupati dan Kapolres Sambas mengharapkan pilot projek ini juga bisa menyebar ke desa-desa lain di Kabupaten Sambas.
"Setelah Kecamatan Jawai dan Kecamatan Teluk Keramat, kali ini kita mengajak masyarakat Kecamatan Selakau timur agar tidak dengan cara membakar ketika hendak membuka lahan, jangan kita membiasakan hal yang salah," sambungnya.
Atbah menambahkan membuka lahan dengan cara membakar lahan bisa menimbulkan permasalahan yang baru.
Salah satunya adalah seperti kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan yang beberapa waktu lalu terjadi.
"Saat membuka lahan meski dilakukan dengan cara yang benar, bukan dengan cara membakar lahan perkebunan bahkan hanya akan menimbulkan masalah baru," jelasnya.
Untuk itu, Bupati menyarankan apabila petani ingin membuka lahan. Maka demi kenyamanan dan untuk lebih aman, ia meminta kepada masyarakat terutama petani agar lebih baik menggunakan atau menyemprotkan pestisida untuk membuka lahan.
Sehingga tidak menyebabkan kebakaran hutan dan lahan, dan tidak menimbulkan masalah yang baru.
"Saya bersama Kapolres Sambas AKBP Cahyo Hadiprabowo dan unsur Forkompinda Kabupaten Sambas mengajak masyarakat Sambas, terutama masyarakat Selaku Timur untuk tidak membakar lahan perkebunan, dan apabila hendak bercocok tanam lakukanlah dengan cara ramah lingkungan yaitu dengan cara menyamprotkan pestisida," jelasnya.
Ia juga mengatakan, bahwa dirinya tidak ingin lagi ada hotspot (titik panas/api) nantinya di daerah Selakau Timur.