Editorial

Asian Games 2018 Momentum Bangkit

Asian Games 2018 bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan tapi juga pencapaian prestasi atlet.

Asian Games 2018 Momentum Bangkit
Asian Games 2018 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Untuk kali pertama, kontingen Indonesia meraih medali terbanyak sepanjang sejarah keikutsertaan Asian Games. Target kontingen Indonesia menggondol 16-17 medali berhasil terlampaui. Hingga Senin (27/8/2018) pukul 18.30 WIB, Indonesia sudah mengoleksi 61 medali dengan rincian 20 emas, 14 perak, dan 27 perunggu.

Bahkan Indonesia dipastikan akan mendapat setidaknya 21 medali emas, sesudah pencak silat mendulang emas ke-delapan dan final ganda putra bulu tangkis akan menghadirkan sesama pebulutangkis Indonesia.

Abdul Malik memenangkan emas ke 20 Indonesia dan ke-delapan dari cabang pencak silat setelah menjuarai pencak silat nomor 50-55 kg dalam final di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Senin (27/8) sore. Dia mengalahkan pesilat asal Malaysia, Faizul M Nasir, dengan angka 5-0.

Baca: Jadwal Kegiatan Bupati dan Wabup Sanggau Hari Ini

Emas ke-19 diperoleh Monita Sarah Tria dari cabang pencak silat setelah mengalahkan lawannya, Nong Oy Vongphakdy dari Laos dengan angka 5-0 di final nomor 55-60 kg putri.

Iqbal Candra Pratama memenangkan emas ke 18 bagi Indonesia dan kelima cabang pencak silat, setelah di final kelas 60-65 kg. Igbal mengalahkan pesilat Vietnam, Nguyen Ngoc Toan dengan angka 4-1.

Dengan pencapaian ini, Indonesia mantap di posisi empat besar perolehan medali klasemen umum, meninggalkan Iran. Ini posisi paling realistis, karena tiga raksasa Asia, yang sementara ini menempati posisi tiga besar, Cina, Jepang dan Korea Selatan, terlalu jauh keunggulannya. Sebelumnya, pemerintah menargetkan Indonesia masuk 10 besar perolehan medali emas di Asian Games tahun ini.

Baca: Vario Goes Campus Dihadiri Mahasiswa Untan dan Komunitas Honda

Bagi Indonesia, ini adalah prestasi Asian Games terbaik sepanjang masa, melampaui pencapaian Asian Games 1962. Ketika itu Indonesia juga menjadi tuan rumah menempati posisi runner up dibawah Jepang, dengan menyabet 11 emas.Torehan itu membuat kontingen Indonesia melewati rekor emas dan medali di Asian Games 1962.

Catatan medali Indonesia di Asian Games 1962 sempat simpang siur. Dewan Olimpiade Asia (OCA) melalui situs resmi sempat menulis Indonesia meraih 21 emas, 26 perak dan 30 medali perunggu pada Asian Games 1962. OCA kemudian merevisi torehan medali Indonesia di Asian Games 1962 menjadi 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu.

Setelah itu, prestasi Indonesia terus menurun dengan perolehan medali emas dibawah 11, bahkan di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan pada 2014, Indonesia hanya meraih 4 emas dan berada di urutan ke-17. Kini, dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan dan 465 nomor pertandingan, atlet Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medali, mengingat Asian Games 2018 baru akan berakhir Minggu (2/9).

Pencapaian prestasi kontingen Indonesia di Asian Games 2018 ini patut kita syukuri bersama.
Pencapaian di kegiatan multi-even olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade itu harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan olahraga Indonesia.

Asian Games 2018 bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan tapi juga pencapaian prestasi atlet.

Hanya saja meski memenuhi target, Indonesia juga tak bisa berpuas diri. Pasalnya, medali-medali emas yang diraih Indonesia 70 persennya datang bukan dari cabor Olimpiade. Ini tantangan berat bagi atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga untuk bersatu menuju Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang. Bagaimana menggenjot cabor-cabor Olimpiade mulai sekarang agar pencapaian prestasi di Olimpiade 2020 bisa seperti di Asian Games 2018.

Selain itu, perhelatan Asian Games 2018 yang diikuti 45 negara tidak boleh nihil manfaat bagi industri pariwisata nasional. Itu sebabnya, kita bersyukur saat mendengar kabar bahwa Asian Games XVIII yang dihelat di Jakarta-Palembang berhasil menyedot 154.000 wisatawan mancanegara (wisman), di luar atlet dan ofisial yang berjumlah sekitar 16.000 orang.

Dan mampu mendongkrak tingkat hunian (okupansi) hotel di Jakarta menjadi 75-80 persen dibanding hari-hari biasa sebesar 50-60 persen. Meningkatnya okupansi hotelmerupakan salah satu indikasi bahwa manfaat Asian Games telah menetes ke industri pariwisata di Tanah Air. (*)

Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved