Advetorial

Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan

Pada kesempatan ini Frisma mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_162102.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Karyawan PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan masker kepada pengguna jalan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_162139.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Tampak sejumlah warga menggunakan masker saat berkendara di kawasan bundaran Digulis Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_162232.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Karyawan PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan masker kepada pengguna jalan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_172527.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Karyawan PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan masker kepada pengguna jalan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_173432.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Karyawan PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan masker kepada pengguna jalan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peduli Kesehatan dan Lingkungan, Wilmar Bagikan 5000 Masker Kepada Pengguna Jalan - bagi-masker_20180825_173504.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Karyawan PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan masker kepada pengguna jalan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/8/2018) pagi. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK-Kebakaran lahan yang terjadi disejumlah wilayah di Kalimantan Barat berakibat kabut asap menyelimuti sejumlah kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

Guna mencegah penyakit akibat dari kabut asap, PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat membagikan 5000pcs masker kepada pengguna jalan di tiga titik perempatan jalan di Pontianak, yang bertemakan Wilmar Peduli Kesehatan dan Lingkungan.

Baca: Landak Taklukkan Pontianak di Piala Soeratin U-17

Baca: Pemadaman Listrik Terencana di Sebagian Wilayah Pontianak dan Kubu Raya, Ini Penyebabnya

5000 masker tersebut dibagikan 14 orang perwakilan dari Wilmar di 3 titik, yakni di kawasan bundaran Digulis, Jalan A Yani, kemudian di perempatan Jalan KHA.Dahlan-Jalan A Yani (Simpang pajak), dan perempatan Jalan Urai Bawadi-Jalan Sultan Abdurrahman.

Sustainability staff PT.Wilmar International Plantation region Kalimantan Barat, Frisma Dwi Tierdhani mengatakan aksi membagikan masker ini diharapkan dapat mengurangi efek kabut asap dan mencegah adanya penyakit karena udara yang tidak sehat seperti yang terjadi di Pontianak saat ini.

"Kita lihat cuaca sekarang memang sangat jelek sekali, terutama untuk pernapasan, jadi salah satu upaya yang kita lakukan adalah membagikan masker dengan harapan dapat mengurangi efek kabut asap dan mencegah adanya penyakit karena udara yang tidak sehat seperti sekarang ini," Kata Frisma disela-sela membagikan masker di kawasan bundaran Digulis Pontianak, Sabtu (25/8/2018) sekira pukul 09.00 WIB.

Pada kesempatan ini Frisma mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

"Mulai dari lapis bawah sampai lapis atas kita mengimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan jika terjadi kebakaran segera hubungi nomor-nomor darurat yang telah disediakan,mungkin di kantor desa nya atau di kantor camat nya atau segera hubungi pihak yang berwajib agar segera dapat ditindaklanjuti," Ujarnya.

"Harapan dari kita sendiri semoga tahun-tahun berikutnya wilayah kita tidak seperti ini lagi, semoga kejadian seperti ditahun 2007 lah yang paling parah sekali dulu kabut asap, karena ini sangat meresahkan masyarakat, jangan sampai terjadi lagi lah hal-hal yang seperti ini, kita sama-sama menjaga lah agar tidak ada lagi terjadi kebakaran lahan," Tutupnya.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved