Advetorial

Ungkapan Indriani, Penderita Thalasemia Kepada Peserta JKN-KIS

Secara rutin, setiap bulannya Indriani harus menerima transfusi darah untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh.

Ungkapan Indriani, Penderita Thalasemia Kepada Peserta JKN-KIS
ISTIMEWA
Indriani Sri Astuti (21)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Indriani Sri Astuti (21) remaja asal Pontianak ini merupakan anak kedua dari pasangan suami isteri Ahmad Sofyan dan Suprihatin.

Kedua orangtuanya sudah melihat perubahan-perubahan yang terjadi pada fisik Indriani sejak usia 2 tahun, tubuhnya lemas, kurus dan mudah lelah.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan di Rumah Sakit diketahui bahwa Indriani mengalami penyakit kelainan darah genetik yaitu Thalasemia. Pada usianya 5 tahun sampai saat ini secara rutin ia melakukan transfusi darah.

Baca: Heboh! Siswi SMA Melahirkan di Toilet Sekolah, Bayinya Meninggal Dunia

Thalasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada didalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal.

Setelah seluruh keluarga Indriani menjalani serangkaian tes pemeriksaan, ternyata kedua orangtuanya pembawa sifat Thalasemia atau yang disebut Thalasemia Minor.

Dari Kedua saudaranya hanya Indriani yang mengidap Thalasemia Mayor, sedangkan kakak laki-lakinya hanya pembawa sifat Thalassemia (Minor) dan adiknya normal. Thalasemia Mayor membutuhkan penanganan khusus seumur hidup pasien.

Secara rutin, setiap bulannya Indriani harus menerima transfusi darah untuk mendapatkan hemoglobin yang diperlukan oleh tubuh.

“Sejak saya kecil sampai saya dewasa, rumah sakit sudah seperti menjadi rumah kedua saya, tiap bulan saya harus menjalani transfusi dan mengkonsumsi berbagai macam obat, agar saya dapat hidup normal seperti remaja lainnya, entah berapa banyak uang yang harus orangtua saya keluarkan jika menjadi pasien umum, bersyukur Alhamdullilah sampai saat ini semua pengobatan saya di tanggung program JKN-KIS, pasti tidak ada manusia yang ingin menderita penyakit seperti saya, tapi saya sangat bersyukur Allah memberikan kemudahan melalui program ini,” ungkap Indri saat di temui di rumahnya, Selasa (14/8/2018).

Baca: Mendadak Jadi Destinasi Wisata, Pasir Timbul Sakatiga Ramai Dikunjungi Warga

Jalan hidup manusia memang sepenuhnya milik Yang Maha Kuasa, manusia hanya bisa berusaha dan berdoa, Indriani merupakan satu di antara anak yang juga mempunyai harapan terhadap masa depannya, gotong-royong antar sesama merupakan cara memberikan kesempatan saudara-saudara kita lainnya seperti Indriani untuk dapat menatap masa depan yang lebih baik.

“Saya haturkan beribu terima kasih kepada program JKN-KIS dan juga kepada peserta yang sehat bahkan mungkin belum pernah menggunakan program JKN-KIS ini, akan tetapi secara ikhlas merelakan rezekinya untuk menolong sesama yang sedang sakit seperti saya, terima kasih,” tutup Indri.

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved