Forkopimcam Teluk Keramat Bahu Membahu Atasi Karhutla
Di Kecamatan Teluk Keramat, merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam peta kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan sejumlah permasalahan terjadi dan melanda masyarakat di Kabupaten Sambas, Selasa (13/08/2018).
Salah satunya adalah Kabut asap yang disebabkan oleh hutan dan lahan di berbagai wilayah.
Baca: Polwan Polres Sambas Gelar Upacara Serentak di Enam Sekolah
Baca: Bertambah Dari Hari Sebelumnya, Hari ini BMKG Pantau 469 Titik Api di Kalbar
Sehingga mengakibatkan polusi udara yang berdampak kepada menurunnya kualitas udara, serta berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan transportasi baik darat, laut dan udara.
Di Kecamatan Teluk Keramat, merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam peta kerawanan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Hal tersebut cukup beralasan, karena berdasarkan hasil pantauan satelit SNPP pada tanggal 11 hingga 12 Agustus 2018, terdapat lebih kurang 15 titik HotSpot yang tersebar di wilayah Desa Sungai Baru Kecematan Teluk Keramat yang berbatasan langsung dengan Dusun Sepakat Desa Sarang Burung Kuala Kecematan Jawai.
Berdasarkan data tersebut, Minggu (12/8) pukul 09.00 wib s/d 17.30 tim gabungan dari forkopimcam Teluk Keramat beserta instansi terkait yang terdiri dari TNI, POLRI, Satpol PP Teluk Keramat, BPBD Kabupaten Sambas, Manggala Agni, Kepala Desa dan Masyarakat.
Bahu membahu dalam upaya memadamkan titik api dan meminimalkan sebaran luasan kebakaran, yang berlokasi di perbatasan antara Desa Sungai Baru dan Desa Sarang Burung Kuala.
Dalam upaya pemadaman tersebut tim patroli terpadu dengan menggunakan perlengkapan seadanya yang dibutuhkan seperti, mesin robin, mesin max 3 serta menggunakan APAR dan menggunakan ranting ranting kayu untuk memadamkan api.
Selain itu, juga dilakukan upaya pemadaman melalui udara oleh BPBN dengan menggunakan Helikopter.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Teluk Keramat AKP Supriyadi yang turun langsung dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa, sulitnya akses jalan menuju lokasi Kebakaran merupakan salah satu kendala yang menjadi hambatan.
Namun demikian, ia mengatakan tim tetap melaksanakan tugasnya dengan semangat dan kebersamaan yang tinggi sehingga semuanya dapat di lalui dan berjalan dengan aman dan lancar.
Lebih lanjut AKP Supriyadi menegaskan, bahwa pihaknya juga akan berupaya semaksimal mungkin dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.
Namun demikian, yang tak kalah pentingnya lagi adalah upaya meng-edukasikan dan membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar seperti pepatah lama bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati," tegasnya. (One)