Citizen Reporter

Beting Pintar Ajarkan Metode Iqro yang Menarik dan Kreatif

Memang ini agak sulit, tapi jika sabar dan telaten insyaa Allah lidah mereka akan terbiasa dan bisa mengucapkan dengan benar

Beting Pintar Ajarkan Metode Iqro yang Menarik dan Kreatif
ISTIMEWA
Suasana aktivitas belajar mengajar di Beting Pintar. 

Citizen Reporter
Rewalan sekaligus Pengurus Beting Pintar, Kurnia Sari 

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Mengenalkan huruf hujaiah bisa menjadi lebih menyenangkan jika disiasati dengan metode yang asyik dan menarik. Bahkan anak berusia 3-5 tahun pun bisa menyerap dengan baik huruf-demi huruf arab tersebut.

Meskipun tidak berbekal titel ilmu jurusan keguruan apapun, para pengajar di komunitas Beting Pintar berupaya menemukan metodenya sendiri.

Terbukti dalam 2 tahun perjalanan komunitas ini melalui program Beting Mengaji anak-anak didik mereka bertambah banyak dan semakin antusias.

Dari sekian banyak metode belajar baca quran, komunitas ini memilih metode iqro sebagai cara untuk membantu anak-anak Beting untuk dapat membaca Alquran.

“Kami memilih metode iqro karena menurut kami metode ini sudah sangat umum dan akrab dengan masyarakat, serta lebih cepat dan mudah untuk dipelajari dan diajarkan” ujar Nurbaiti selaku founder komunitas Beting Pintar. Meski begitu, tambahnya “dulu sebelum kita turun mengajar, kita juga belajar dulu cara mengajar metode iqro dengan seorang ustadzah lulusan (Ponpes) Gontor, biar kita makin menguasai lagi”.

Menurut data, ada sekitar 30% anak didik Beting Pintar dalam program Beting Mengaji belum sekolah atau sudah sekolah namun belum bisa membaca huruf-huruf abjad. Hal ini diakui relawan agak menyulitkan untuk mengenalkan huruf dan mengajarkan hukum bacaan yang terdapat dalam metode Iqro.

Baca: Hari ini BMKG Pantau 422 Titik Panas tersebar di Seluruh Kabupaten di Kalbar, Singkawang Nihil

Oleh karena itu berbekal dari pengalaman, para pengajar mencoba mengenalkan huruf dengan menjadikannya sebagai suku kata awal pada kata-kata yang familiar dengan anak-anak dan bermakna positif.

“kita siasati dengan kata-kata menarik yang mudah mereka ingat, misalnya a ((ا untuk awan, ba (ب) untuk balon, ta () untuk tali. Maka dari tiga huruf ini kalo mereka kurang lancar kita tinggal ingatkan kode-kode itu. Kalo kita bilang awan mereka akan langsung ingat a (). Atau untuk mengingatkan huruf ta () kita bilang supaya balonnya gak terbang ke awan, kita ikat pake apa? Trus mereka langsung ingat tali dan sebut huruf ta ()”.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved