PMII Kalbar Gelar Aksi Damai Tolak Hastag 2019 Ganti Presiden, Keluarkan 6 Penyataan Sikap!

Mahasiswa yang tergabung di Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat melakukan aksi damai

PMII Kalbar Gelar Aksi Damai Tolak Hastag 2019 Ganti Presiden, Keluarkan 6 Penyataan Sikap!
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
PMII Kalbar gelar aksi tolah hastag 2019 Ganti Presiden 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mahasiswa yang tergabung di Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat melakukan aksi damai, di Bundaran Digulist UNTAN Pontianak, Jum'at (10/8/2018).

Aksi Tersebut merupakan Aksi Damai untuk menolak Gerakan #2019GANTIPRESIDEN yang dinilai inkonstituesional.

Kordinator Lapangan (Korlap) Farianto dalam orasinya menyampaikan "PMII adalah Organisasi yang Netral yang sifatnya independen tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Namun PMII wajib mengawal gerakan-gerakan yang inkonstitusional termasuk gerakan Hastag 2019 Ganti Presiden,".

Baca: Grand Opening Roti Gembul di Uray Bawadi, Ada Varian Baru Rasa Mocca Nougat

Menurutnya gerakan ini merupakan pembodohan publik dan memanfaatkan media sebagai alat kampanye di luar waktu yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum", lantang Farianto.

PMII Kalbar lakukan aksi tolak hastag 2019 Ganti Presiden
PMII Kalbar lakukan aksi tolak hastag 2019 Ganti Presiden (TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA)

Farianto menegaskan bahwa masyarakat Indonesia hari ini harus cerdas dalam menggunakan media sosial.

"Ketika memang ingin memberikan kritik kepada pemerintah, jelas harus disertai data-datanya serta solusi yang baik bukan malah membuat gerakan yang seakan ingin makar dalam sistem pemerintahan yang sudah berlaku," jelasanya.

Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang PMII Kalimantan Barat, Muammar Khadafie menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan adanya gerakan hastag 2019 Ganti Presiden yang dinilai Inkonstitusional.

"Kader PMII yang merupakan Agen Of Change dan Agen Of Control, harus cerdas menyikapi gerakan-gerakan yang Inkonstitusional, tentu dengan asas PMII yakni Pancasila akan menjadi penguat kita bersama dalam menjada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan alasan itu mari kita sama mengenal agar POLRI segera menyelesaikan Persoalan tersebut," katanya.

Baca: Pengamat Sosial Politik: Jokowi vs Prabowo di 2019, Rivalitas yang Semakin Dinamis

Kemudia ia melanjutkan untuk mempersilahkan kepada kader PMII melakukan Kritik tapi harus berlandaskan pada paradigma yang kritis transformatif.

"Artinya jika ingin sesuatu perubahan ke arah yang lebih baik maka sejatinya kita harus menyelaraskan dengan solusi yang terbaik pula bukan malah mencaci atau merendahkan personalnya. Selain menyikapi persoalan Gerakan Hastag 2019 Ganti Presiden, Masyarakat Indonesia hari ini juga sedang berduka terkhusus masyarakat Lombok. Saya imbau kepada Kader PMII Se-Kalimantan Barat agar senantiasa mendoakan sauadar-saudara kita di Lombok, bukan malah menggap bahwa bencana itu merupakan azab", tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Madrosid
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help