Pengamat Sebut Gubernur Terpilih Harus Kerja Keras Perbaiki Keadaan Kalbar Dari Semua Sisi

Hasil ini adalah pesan kuat kepada pemimpin baru kita, bahwa mereka perlu bekerja keras untuk memperbaiki keadaan.

Pengamat Sebut Gubernur Terpilih Harus Kerja Keras Perbaiki Keadaan Kalbar Dari Semua Sisi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untan, Prof Dr Eddy Suratman, Rabu (27/12/2018). 

Pertama adalah fokus pada infrastruktur karena disitu kita paling tertinggal. Kemudian yang kedua saya lihat didalam lingkungan dan kenyamanan untuk hidup. Rasanyaman lingkungan itu juga kita merosot betul.

Jadi gubernur terpilih mesti fokus pada pembangunan infrastruktur dan memperbaiki lingkungan kita. Sebagaimana didalam debat bahwa SDM dan lingkungan menjadi prioritas untuk memperbaiki lahan-lahan kritis kita, menanggulangi kebakaran hutan dan lahan dan merubah kebiasaan rakyat yang tidak dan belum jera untuk terus membakar lahan , juga perkebunan-perkebunan besar diajak untuk berpartisipasi.

Selanjutnya pemimpin Kalbar nanti harus meningkatkan kualitas SDM. Kalau saya lihat data SDM kita angka putus sekolah tertinggi itu ada di SMP dan SMA. Pada tingkatkan SMP 0,36 persen dan SMA 0,31 persen, sehingga SDM menjadi perhatian juga. Termasuk fasilitas dan layanan kesehatan.

"Lalu berikutnya meskipun tata kelola pemerintahan dinilai masih lebih baik, masih di peringkat 16, tapi itu juga merosot dari tahun sebelumnya," jelasnya.

Menurut saya pemerintahan banyak hal yang perlu dilakukan perbaikan, pengalaman beliau di kota yang sudah jauh lebih baik dari rata-rata kabupaten-kota di Indonesia itu bisa di copy paste untuk di bawa ke provinsi.

Jadi yang baik-baik di kota Pontianak itu bisa relatif mudah untuk diterapkan di provinsi karena gubernurnya sekarang wali kota yang melakukan perubahan yang baik di Kota Pontianak.

Baca: Roy Kiyoshi Angkat Suara usai Kabar Robby Purba Mundur dari Karma ANTV

Jadi aparatur pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten-kota harus siap menerima semangat baru dan kemudian penggunaan teknollogi baru. Tanpa kecepatan itu semua aplikasi-aplikasi yang bisa mempercepat pelayanan, saya kira peringkat kita ini akan sulit untuk bersaing.

Inikan daya saing daerah yang artinya menjadi tanda bagi orang, kalau mau datang ke daerah kita karena dia melihat daya saing kita yang rendah berarti infrastruktur nya bermasalah, lingkungannya bermasalah, stabilitas ekonominga bermasalah, pemerintahnya bermasalah

"Kondisi ketenagakerjaan, SDMnya bermasalah makanya dia tidak mau datang. Itu pesan bagi investor dia mau masuk ke daerah atau tidak," tukasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved