Kemenag Beri Penjelasan Detail Terkait Meninggalnya 1 Orang Jamaah Haji Asal Mempawah

Seorang jamaah Haji Kabupaten Mempawah asal Mempawah telah meninggal dunia di tanah suci saat menjalani ibadah haji.

Kemenag Beri Penjelasan Detail Terkait Meninggalnya 1 Orang Jamaah Haji Asal Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Keadaan di rumah duka keluarga Almarhum 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH -  Seorang jamaah Haji Kabupaten Mempawah asal Mempawah telah meninggal dunia di tanah suci saat menjalani ibadah haji.

Kepala Kantor Kemanag Mempawah Kamaludin mengatakan bahwa almarhum bernama Suparto Kartidjo Abdullah / Suparto Bin Kartijo, yang berangkat bersama sang istri ke tanah suci mekah.

Kamaludin mengatakan bahwa almarhum meningggal di pemondokan di Tanah Suci, dan pada subuh tadi sudah di makamkan oleh otoritas yang bertanggung jawab di Mekah yang bernama Makhtab.

Baca: MK Tolak Gugatan, Ini Langkah Selanjutnya Yansen Akun Effendy-Fransiskus

"Mahktab sudah melakukan proses pemakaman, dan kalau ada yang meninggal kita menghungi pihak pemerintahan saudi arabia untuk mendapatkan COD (Certifikat Of Dead) kalau kita surat kematian, dan COD ini lah yang akan di gunakan untuk mengajukam klaim asuransi,"tuturnya.

"Jadi tidak ada jenazah yang di kembalikan bila meninggal saat menunaikan Ibadah Haji, karena prosedurnya juga seperi itu," imbuhnya.

Iapun mengatakan bahwa Jamaah yang meninggal dunia di tanah suci mekah akan sangat di muliakan.

"Jamaah bila meninggal di Tanah Suci ini akan di muliakan, bila meninggal di Kota Madinah maka akan di sholatkan di Mesjid Nabawi, kalau di Mekah di Sholatkan di Masjidil Haram, luar biasa jutaan orang yang menyolatkan, tadi kita juga sudah sampaikan ke keluarga almarhum, untuk mengihlaskan Almarhum, karena di muliakannya Almarhum luar biasa,"paparnya.

Ipun mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi bahwa almarhum mengalami sesak nafas, Kemudian bahwa sehari sebelum almarhum meninggal dunia, gula darah almarhum pun sempat naik.

"Beliau itu sesak nafas, sehari sebelum meninggal gula darahnya naik, sekitar 400 dari laporan, sempat di tolong oleh dokter kloter, udah di infus, di berikan oksigen, namun almarhum tidak dapat tertolong,"ujarnya.

Baca: Jelang Pileg, Panwascam Kota Singkawang Sosialisasikan Pengawasan Pemilu Parsipatif ke Masyarakat

Hal inipun turut di katakan oleh menantu almarhum yang bernama Rendi yang mengatakan bahwa sebelum berangkat Almarhum memang mempunyai riwayat darah tinggi dan gula darah.

"Sebelum berangkat itu bapak juga gula darahnya sempat naik,tapi lalu udah normal lagi,"ujarnya.

Selanjutnya, Kamaludin mengatakan bahwa saat ini Jamaah Haji sendiri tengah menjalani ibadah Umroh Sunah, di Masjidil Haram, selain itu Jamaah juha selalu menjalani Manasik untuk menghadapi Armina.

"disamping Manasik Ibadah, jamaah juga melakukan Manasik Kesehatan di Tanah suci, untuk menghadapi puncak Ibadah,"paparnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help