Kalbar di Posisi Akhir Hasil Penelitan National University of Singapore, Gubenur Terpilih Terkejut!

Asia Competitiveness Institute (ACI), Lee Kuan Yew School of Public Policy (LKYSPP), National University of Singapore

Kalbar di Posisi Akhir Hasil Penelitan National University of Singapore, Gubenur Terpilih Terkejut!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Calon Gubernur Nomor urut tiga, Sutarmidji 

Kedepan ia meminta DPRD Provinsi dan pihak lainnya harus melihat pelayanan dasar dan infrastruktur adalah hal yang sangat penting.

Pelayanan dasar meliputi pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya harus menjadi lebih prioritas dalam pembangunan Kalbar.

Baca: Kediaman Jamaah Haji Mempawah Yang Meninggal di Tanah Suci Ramai Dikunjungi Warga

"Saat ini katanya Kalbar potensi defisit Rp600 miliar tapi saya anggapnya itu rill ya, lalu memotong belanja langsung sebesar 30 persen itukan belanja pembangunan maka akan membuat Kalbar semakin terpuruk ini dalam segala hal. Bisa bisa kalau lihat angkanya kalau tidak hati hati tahun depan bisa ranking terakhir ini terkait pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Midji yakin lembaga yang melakukan survei bukan lembaga yang bisa dipengaruhi. Data-data yang dihasilkan oleh NUS dapat dijadikan referensi dalam pembangunan kedepan. Sebagai Gubernur Kalbar terpilih yang diperkirakan akan dilantik tanggal 17 September 2018 mendatang, ia sebut data itu akan menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan.

Ia jabarkan banyak sekali kelemahan yang ada di Kalbar, pertama angka partisipasi sekolah menengah pertama (SMP) minus 0,68 kemudian akses internet dan telepon genggam minus 0,7. IPM k minus 0,7 kemudian jumlah Rumah tangga dengan jaringan pipa air itu minus 1,3. Kualitas infrastruktur fisik ini paling parah minus 1,7. Kemudian rasio penduduk per pekerja medis minus 4,7, rasio penduduk per fasilitas kesehatan 4,9, angka partisipasi sekolah menengah minus 1,0.

Ia khawatir sama dengan kondisi Kalbar saat ini, terlebih melihat data yang yang dihasilkan lembaga yang cukup menjadi rujukan di Asia ini (NUS).

Apabila data-data tersebut dibaca investor maka akan berat mereka masuk di Kalbar. Ia sadar untuk membalikkan ini perlu kerja keras dan tidak gampang.

Baca: Kunci Kulit Wajah Cantik Tanpa Makeup, Perawatan Ini Bisa Anda Praktekan!

"Tidak bisa 2-3 tahun, perlu kerja keras dan perlu orang orang yang bisa mengimplementasikan kerjanya. Kalau tidak bisa jangan paksakan begitu, ini kelemahan ada pada Bappeda," sebutnya.

Seharusnya data semacam ini harus diekspos kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sehingga mulai dari penyusunan kebijakan sudah dapat membuat bagaimana menyelesaikan variabel ini

Sebagai gubernur terpilih langkah yang akan diambil setelah dilantik nanti, ia memastikan semua program yang di APBD harus mengarah pada penyelesaian masalah.

"Nah kita pergi ke luar negeri tapi kita sendiri amburadul. Saya tidak akan rekomendasi ke luar negeri dalam bentuk apapun kecuali itu program yang berkaitan dengan pusat. Data ini parah sekali, skor yang didapat parah betul, kita malu dengan keadaan seperti ini," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help