Kadis PPPA Sebut Kampanye Three Ends Untuk Mengakhiri Tiga Masalah Terhadap Perempuan dan Anak

Ia menjelaskan, bahwa Kampanye Three Ends itu sendiri adalah Kampanye tentang mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kadis PPPA Sebut Kampanye Three Ends Untuk Mengakhiri Tiga Masalah Terhadap Perempuan dan Anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Para Peserta Antusias Mengikuti Kegiatan Kampanye Three Ends di Keraton Sambas, Yang di Selenggarakan Oleh Dinas PP - PA Provinsi Kalimantan Barat, Jum'at (10/08/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP - PA) Provinsi Kalimantan Barat Sumarno mengatakan kegiatan Kampanye Three Ends itu dilaksanakan dalam rangka menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kalimantan Barat.

Baca: Dinas PP - PA Provinsi Kalimantan Barat Kampanye Three Ends di Kabupaten Sambas

Baca: Forum Anak Daerah Harapkan Sambas Jadi Kabupaten Layak Anak

Ia menjelaskan, bahwa Kampanye Three Ends itu sendiri adalah Kampanye tentang mengakhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Akhiri Perdagangan Orang dan Akhiri Ketidakadilan Akses Perekonomian Terhadap Perempuan.

"Tujuannya agar kekerasan pada anak dan perempuan ini bisa dikurangi ya, dan akhirnya nanti bisa di tiadakan," ujarnya.

Ia menjelaskan, Kalau melihat dari data yang ada. Tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia masih cukup tinggi, termasuk juga untuk daerah Kalimantan Barat.

Bagaikan fenomena gunung es, ia mengatakan sehingga mengakibatkan hanya sedikit yang muncul ke permukaan. Sedangkan yang lainnya tidak bisa diungkap.

"Tapi saya melihat belum terungkap semuanya. Ada Fenomena Gunung Es, artinya yang muncul hanya sedikit tapi sebetulnya besar," jelasnya.

Adapun alasan mengenai sulitnya terungkap masalah-masalah tersebut, ia mengatakan hal itu sulit terungkap karena adanya budaya malu dan menganggap itu sebagai aip.

Sehingga banyak yang tidak mau melaporkan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Oleh karenanya Sumarno mengatakan dengan dilaksakanya kegiatan tersebut, diharapkan agar masyarakat mau terbuka dan melaporkan setiap tindak kekerasan dan lain sebagainya kepada yang berwajib.

Sementara itu, saat di konfirmasi untuk angka mengenai daerah yang tinggi akan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sumarno mengatakan bahwa dirinya belum memegang data pasti akan hal tersebut.

Namun ia mengatakan bahwa untuk daerah-daerah pesisir angka kekerasan tersebut masih cukup besar.

"Masih ada didaerah pantai ini, saya jujur karena tidak tahu persis angkanya. Tapi didaerah pantai terutama di Kabupaten Pontianak dan Sambas ini masih cukup besar,"

Tidak hanya di pesisir, ia juga menuturkan didaerah perhuluan juga cukup besar. Hal itu sulit di ungkapkan karena jaraknya yang jauh, terisolir dan kurang terfasilitasi oleh pelayanan pemerintah.

Sehingga kecenderungan permasalahan seperti kekerasan terhadap anak dan perempuan diselesaikan dengan cara masing-masing. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help