DPRD Sebut Kekosongan Stok Pengaruhi Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Naik

Michael Yans mengakui kestabilan harga yang terbentuk di pasar memang selalu jadi kendala bagi semua pihak.

DPRD Sebut Kekosongan Stok Pengaruhi Harga Daging Ayam dan Telur Ayam Naik
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kalbar, Michael Yans saat diwawancarai di di Sekretariat Kantor DPD Nasdem Kalbar, Jalan MT Haryono, Senin (29/1/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota Fraksi Nasdem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, Michael Yans mengakui kestabilan harga yang terbentuk di pasar memang selalu jadi kendala bagi semua pihak.

Pasalnya, harga terbentuk berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.

“Harga itu kan tergantung kekuatan supply dan demand. Jadi, penawaran dan permintaan. Ketika di saat suplai kurang, namun permintaan banyak maka harga cenderung naik,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (10/8/2018).  

Baca: Dewan Berikan Dukungan Penuh Atas Rencana Pembangunan Bandara Singkawang

Namun, ia mengatakan bahwa pola konsumsi kebutuhan masyarakat ada siklusnya. Di sektor perunggasan, selain kebutuhan masyarakat juga melihat perputaran waktu waktu beternak.

“Misalnya saat tertentu habis hari raya. Begitu habis lebaran biasa kendala kita kehabisan stok. Stok kita rata-rata habis di masa puasa dan lebaran. Di sisi lain, karyawan juga kadang kosong. Begitu semua kosong kan butuh waktu isinya. Saat itulah terjadi stop populasi,” terangnya.

Ia menambahkan di saat kondisi seperti itu, sebagai konsumen kita harus jeli. Saat harga tinggi maka kita harus berpindah konsumsi ke jenis daging lain atau sayuran. Sehingga, kita tidak tergantung di satu makanan saja.

“Bagaimanapun rantai distribusi dengan siklus pola beternak, hukum ekonomi itu pasti selalu ada. Kemudian, penjual tidak akan menjual ayam dengan pola yang sama karena kebutuhan masing-masing juga berbeda,” imbuhnya.

Michael Yans menimpali harga daging ayam dan telur ayam broiler cenderung naik lantaran stok kosong. Ia tidak sepakat jika kebijakan komoditi daging ayam berpengaruh terhadap kenaikan harga dalam negeri.

“Itu kondisinya, terutama ketika habis hari besar keagamaan. Kalau ekspor itu kan berpengaruh kepada pasar. Eksportir itu kadang juga menjual pada saat harga lebih tinggi dan kebutuhan dalam negeri terpenuhi, baru ekspor. Kalau stok dalam negeri belum cukup, tidak akan ekspor,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help