Advetorial

Dirujuk Fisioterapi, Muji Mengaku Mendapatkan Pelayanan Yang Memuaskan

Muji demikian ia disapa, menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu ketika mendapatkan layanan di sebuah Rumah Sakit milik Polri

Dirujuk Fisioterapi, Muji Mengaku Mendapatkan Pelayanan Yang Memuaskan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Pensiunan PNS Provinsi Kalimantan Barat, Muji Lestari 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Muji Lestari (59), wanita asal Pontianak ini adalah seorang pensiunan PNS di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Muji demikian ia disapa, menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu ketika mendapatkan layanan di sebuah Rumah Sakit milik Polri di Pontianak kepada tim Jamkesnews di kediamannya, Rabu (08/08/2018).

Baca: Optik Internasional Sintang Dukung Program JKN KIS Melalui Dana CSR

Baca: Kepala BPJS Sambas Apresiasi Pemkab Sambas Dukung Program JKN

“Setelah pensiun, aktifitas sehari-hari saya memang lebih banyak menghabiskan mengerjakan pekerjaan rumah, beberapa bulan lalu, saya mengalami kondisi dimana salah satu jari tangan saya tidak bisa ditekuk terkadang kalau pun bisa ditekuk susah untuk di luruskan kembali, setelah melakukan pemeriksaan di dokter keluarga  diberikan obat akan tetapi belum sembuh juga, pada akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara Pontianak,” tuturnya.

Baca: Aplikasi e-Dabu BPJS Kesehatan Permudah Perusahaan dan Badan Usaha

Baca: Fantastis, BPJS Kesehatan Keluarkan Triliunan Untuk Tiga Pelayanan Kesehatan Ini

Muji bercerita kepada tim Jamkesnews,  bahwa tidak ada masalah selama mendapatkan layanan menggunakan kartu JKN-KIS, mulai dari dokter keluarganya sampai di rumah sakitpun dapat dilayani dengan baik.

“Alhamdullilah sejak menjadi peserta Askes sampai saya pensiun dan Askes berubah menjadi BPJS Kesehatan saya belum pernah menggunakan, ini pertama kali saya menggunakan, dokter yang memeriksa saya mengatakan jari saya terkena Trigger Finger atau peradangan di sekitar tendon, mungkin terlihat tidak parah tapi kondisi ini sangat mengganggu aktifitasnya. Dokter memberikannya terapi melalui Fisioterapi, kurang lebih 1,5 bulan menjalani Fisioterapi, memang ada pengurangan rasa sakit setelah fisioterapi, akan tetapi dalam beberapa hari rasa sakit muncul kembali. Sehingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan Operasi,” ungkap Muji.

Setelah dilakukan Operasi kini fungsi jarinya sudah sembuh seperti sedia kala, Muji mengaku puas dengan layanan di fasilitas kesehatan, menurutnya dokter telah memberikan terapi yang tepat.

“Masyarakat awam seperti saya kan takut ya mbak kalau sedikit-sedikit operasi, kedengarannya parah gitu. Akan tetapi menurut saya dokter telah melakukan upaya sebelum operasi  yaitu upaya fisioterapi. Selama Fisioterapi saya juga dilayani dengan baik. Antrian di Rumah Sakit memang ramai, akan tetapi sepanjang yang saya tahu semua dapat dilayani, harapan saya selaku peserta saat ini kepesertaan BPJS Kesehatan semakin banyak, kedepannya mudah-mudahan semakin banyak Rumah Sakit di kota Pontianak yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan terutama Rumah Sakit Swasta sehingga antrian di rumah sakit dapat terbagi.” tutup Muji.

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved