Akui Daging dan Telur Ayam Sempat Naik Harga, Disperindag Kalbar Beberkan Penyebabnya

Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam broiler yang sempat terjadi di pasar tradisional

Akui Daging dan Telur Ayam Sempat Naik Harga, Disperindag Kalbar Beberkan Penyebabnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Kalbar Busran Said. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kenaikan harga daging ayam dan telur ayam broiler yang sempat terjadi di pasar tradisional beberapa waktu lalu jadi sorotan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kalimantan Barat.

Disperindag telah melakukan kajian permasalahan kenaikan harga kedua komoditi peternakan itu untuk sebagai bahan pertimbangan terhadap perkembangan harga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen Disperindag Provinsi Kalbar Busran Said tidak menampik saat itu harga mulai naik pasca Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Kemudian, dalam waktu dekat ini menyusul perayaan Hari Raya Idul Adha.

“Adanya hari besar keagamaan itu, tentu akan meningkatkan tingkat konsumsi masyarakat khususnya komoditi telur ayam dan daging ayam broiler. Tapi kita pastikan bahwa kondisi harga saat sekarang sudah normal dan stabil,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (10/8/2018) siang.

Selain tren hari raya keagamaan, kenaikan harga saat itu juga imbas dari faktor pemangkasan Parent Stock (PS) serta pelarangan impor Grand Parent (GP) pada tahun 2016-2017.

“12 perusahaan breeding farm yang disidang PKPU dan dinyatakan kalah dan harus bayar denda mencoba patuh dan membiarkan kelangkaan,” terangnya.

Faktor cuaca ekstrem di sejumlah wilayah yang menjadi sentra peternakan ayam juga ditenggarai mempengaruhi produktivitas para peternak ayam menurun. Sebab lain, Stok ayam di peternak belum siap umur untuk dipotong atau dijual karena habis untuk kebutuhan pada Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Secara logika, komoditi ayam dan telur ayam broiler tidak dapat ditimbun. Hal ini lantaran kedua komoditas tersebut bukan barang yang tahan lama dan membutuhkan biaya untuk menahannya di dalam peternakan atau gudang,” jelasnya.

Kenaikan harga juga disebabkan oleh produksi Day Old Chicken (DOC) Layer berkurang. Kondisi ini dapat mengakibatkan kelangkaan telur dan ayam terus berlangsung sampai Hari Raya Natal dan tahun Baru 2019.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help