Tak Dipilih Jokowi Jadi Cawapres, Mahfud MD: Kita Harus Lebih Mengutamakan Keselamatan Negara

Setelah mengetahui bahwa dia tidak dipilih, Mahfud mengaku tidak kecewa atas keputusan Jokowi dan partai koalisi pendukungnya.

Tak Dipilih Jokowi Jadi Cawapres, Mahfud MD: Kita Harus Lebih Mengutamakan Keselamatan Negara
YOUTUBE
Prof Mahfud MD saat hadir di Narasi TV, Senin (9/7/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Sempat disebut sebagai kandidat calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi), Mahfud MD urung diusung oleh partai koalisi pendukung Capres Jokowi.

Jokowi dalam jumpa pers bersama ketua umum partai pendukungnya, Jumat (9/8/2018) mengumumkan Ma'ruf Amin sebagai kandidat cawapres dalam pilpres 2019.

Mahfud MD sudah mendengar kabar bahwa Presiden Joko Widodo telah menetapkan nama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

Setelah mengetahui bahwa dia tidak dipilih, Mahfud mengaku tidak kecewa atas keputusan Jokowi dan partai koalisi pendukungnya.

"Menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi sesuai wewenangnya dan pertimbangan-pertimbangan politik yang matang sesuai konfigurasinya," kata Mahfud MD dilansir Kompas TV, Jumat (9/8/2018).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan dia tak kecewa atas pilihan Jokowi.

"Ya kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri. Tapi menurut saya biasa dalam politik itu tidak apa-apa," kata Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud menyebut menerima keputusan Jokowi dan harus mengutamakan keselamatan negara.

"Kita harus lebih mengutamakan keselamatan negara ini lebih dari nama Mahfud atau nama Maruf Amin atau nama siapa," kata Mahfud.

Pakar hukum kelahiran Sampang Madura ini menyebut proses yang dilalui oleh Jokowi sudah konstitusional.

"Kita terima ini sebagai keputusan, prosesnya sudah sangat konstitusional. Biarkan saja, kita dukung negara ini harus terus berjalan," kata Mahfud.

Editor: Arief
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help